Satu Keluarga Pengedar Narkotika Jenis Tembakau Gorilla Diamankan Kepolisian

LIDIK.ID , Cilegon – Terdapat satu keluarga yang telah diamankan oleh Kepolisian karena mengedarkan narkotika jenis tembakau gorilla di daerah Jerang Tengah, Cilegon. Selasa, (14/09).

Diketahui sebelumnya, Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono S.Ik, S.H melalui Kasat Narkoba Polres Cilegon AKP Shilton S.IK telah mendapat laporan dari masyarakat terkait pengedar tersebut.

Baca Lainnya

Seorang perempuan berinsial SH (50) berhasil ditangkap saat proses penyelidikan di sebuah rumah di Lingkungan Jerang Tengah Rt.02/03, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

“Kemudian dilakukan penggeledahan terhadap rumah pelaku dan ditemukan barang bukti 2 buah kaleng biscuit berisikan daun-daun kering warna merah diduga narkotika jenis tembakau gorilla, 1 buah Kaleng biscuit berisikan daun-daun kering warna hitam diduga narkotika jenis tembakau gorilla. Selain itu didapati juga barang bukti berupa 23 plastik kemasan kecil, tembakau mole dan 1 bungkus plastik klip kecil diatas lemari kamar belakang. Diketahui narkotika jenis tembakau gorila tersebut dibeli melalui akun Instagram seberat 50 Gram seharga Rp. 1.800.000,- dan dari akun Instagram seberat 100 Gram seharga Rp. 3.800.000,” jelas Shilton.

Narkotika jenis tembakau gorilla itu diberi pewarna merah dan hitam agar menarik yang kemudian dicamour dengan tembakau (Mole) yang dibeli oleh SH dan BM (DPO).

Kemudian mereka kemas dalam ukuran paket 2,5 R berat 2,5 gram seharga Ro. 200.000, paket 3,5 R berat 3,5 gram seharga Rp. 300.000, paket 5 R berat 5 gram seharga Rp. 400.000, dan Paket 10 R berat 10 gram seharga Rp. 700.000.

Pelaku menjual narkotika tersebut secara online melalui sosial media Instagram. SH beserta barang bukti dibawa ke Polres Cilegon untuk penyidikan lebih lanjut.

“Perlu diketahui bahwa pelaku saudari SH (50) ibu dari pada pelaku BM (DPO),” imbuh Shilton.

Barang bukti yang disita:

  • 1 buah kaleng biskuit berisi narkotika jenis tembakau gorilla warna merah brutto 65 gram (kode A)
  • 1 buah kaleng biskuit berisi narkotika jenis tembakau gorilla warna hitam brutto 80 gram (kode B)
  • 1 buah kaleng biskuit berisi narkotika jenis tembakau gorilla warna merah brutto 11 gram (kode C)
  • Tembakau Mole brutto 11,5 gram
  • 1 unit handphone
  • Uang hasil penjualan sebanyak Rp. 500.000
  • 23 plastik kemasan kecil
  • 1 bungkus plastik klip kecil dan,
  • 1 buah Kartu ATM Bank BCA an SH.

Akibatnya, pelaku akan terancam hukuman paling lama 20 tahun penjara atar pelanggaran Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Permenkes RI No. 04 tahun 2021 tentang perubahan penggolongan Narkotika.

“Pasal yang disangkakan adalah Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Permenkes RI No. 04 tahun 2021 tentang perubahan penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman 5-20 tahun” tutup Shilton.

(MYG)

BeritaTerkait

Discussion about this post