Seorang Pria Terbunuh di Itera, Motif Pembunuhan Masih Belum ditemukan

LIDIK.ID, LAMPUNG SELATAN – Seorang pria bernama Sakimin (38), warga Sumberjaya, Jatiagung, Lampung Selatan, ditemukan tewas di dekat Kampus Itera, Jatimulyo, Senin, 1 Juni 2020 pagi, tepatnya di dekat pos polisi Itera. Korban merupakan seorang cleaning service dan ditempatkan di PT Ajinomoto, Sales Indonesia, Cabang Lampung, di Jalan Tembesu, Campangraya.

Dalam laporan, Sakimin ditemukan dalam posisi tergeletak menggunakan celana biru, jaket merah. Didekatnya juga ditemukan sepeda motor BE 4755 OA, yang diduga kendaraan Sakimin. Jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk divisum.

Baca Lainnya

“Ia benar korban warga saya. Jasadnya sudah dimakamkan usai diantar dari RS Bhayangkara. Saya juga ikut ke rumah sakit dan memakamkan,” ujar Pj Kades Sumberagung, Jatiagung, Lampung Selatan, Tri Mulyono, Kamis, 4 Juni 2020. Seperti yang dikutip Lampungpost.

Tri bersama keluarga korban pun belum bisa memastikan motif dan modus korban hingga terbunuh. Apakah korban tewas karena dirampok atau ada hal lainnya belum dapat dipastikan.

Tri mengetahui korban mengalami luka tusukan dibagian dada kanan dan kiri. Hal ini Ia ketahui setelah jasad korban dipulangkan dari rumah sakit dan ia turut memakamkan.

“Apakah ini kasus pencurian, belum bisa dipastiin. Soalnya motornya ada, tapi HP almarhum hilang, Almarhum pendiam dan enggak ada yang dendam atau benci sama dia,” katanya.

Korban berangkat dari rumahnya 1 Juni pagi namun tidak diketahui hendak bekerja atau dengan tujuan lain. “Rekan-rekan kerja almarhum mengatakan 1 Juni itu tanggal merah, libur,” katanya.

Motif pembunuhan hingga sekarang masih belum ditemukan dan masih dalam menyelidikan.

“Kami belum bisa mestikan penyebab kematian korban, apakah murni perampokan atau ada unur lainnya,” ujar Kapolsek Tanjung Bintang AKP Talen Hapis, Kamis, 4 Juni 2020.

Kapolsek mengungkapkan dari hasil visum, korban mengalami luka dibagian dada kiri dan kanan, didudga akibat senjata tajam. “Masih kita lidik, belum bisa kita pastikan,” ujarnya.

Ia berpendapat bahwa ada kejanggalan dari tewasnmya korban. Sebab, apabila motif adalah pencurian motor, kendaraan korban masih ada di lokasi tewasnya pria yang diketahui bernama Sakimin tersebut.

“Kalau pencurian juga janggal. Motornya masih ada di lokasi kejadian. Saat ini kami sudah memeriksa dua saksi yakni yang melihat korban tergeletak,” katanya.

Hingga kini, Kamis, 4 Juni 2020, pihak berwajib masih melakukan menyelidikan.

BeritaTerkait

Discussion about this post