Seram! Inilah Perkebunan Jasad Manusia Amerika, Apa Tujuan Sebenarnya?

LIDIK.ID, TEXAS – Perkebunan berisikan buah, sayur, atau tanaman lainnya memang sangat umum sejak jaman nenek moyang kita. Namun, siapa sangka bahwa di dunia ini juga terdapat perkebunan mayat manusia? Benar. Ternyata di dunia ini ada perkebunan mayat dimana jasad manusia ditelantarkan begitu saja dan dibiarkan membusuk. Bukan tanpa alasan dan tujuan, berikut LIDIK.ID bagi pengetahuan tentang perkebunan manusia ini.

Namun sebelumnya, apa yang terlintas dipikira sobat Lidikins saat mendengar perkebunan mayat manusia yang ditelantarkan? Mungkin sobat akan berpikir itu hal yang mengerikan atau tidak memiliki prikemanusiaan. Bahkan beberapa dari sobat Lidikins mungkin akan berpikir itu hal yang sadis dan menjijikan.

Baca Lainnya

Tapi, sobat. Sebuah tempat di Amerika Serikat ini sengaja membiarkan mayat manusia terlantar dan membusuk begitu saja hingga tersisa tulang. Nah, tujuan dari hal tersebut adalah demi praktik penelitian peletakan mayat manusia. Yakni untuk mengetahui beberapa aspek mengenai proses dekomposisi tubuh manusia.

Perkebunan mayat tempat penelitian. (Scoop Whoop)
Awal Adanya Perkebunana Manusia.

Awalnya proses pembusukan ini merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan di Texas State University, tepatnya di Freeman Ranch. Proses menelantarkan jasad manusia ini disebut juga ‘human taphonomy’.

Seperti yang dilandir oleh scoopwhoop, Kamis 26 Mei 2020, melalui penelitian di luar laboratorium para peneliti bertujuan dapat memonitor secara langsung proses dekomposisi (penguraian) jasad manusia melalui berbagai situasi dan kondisi jasad yang berbeda.

Perkebunan mayat tempat penelitian. (Scoop Whoop)

Demi memahami proses dekomposisi lebih mendalam, biasanya jasad manusia diletakkan di beberapa tempat yang berbeda. Tempat-tempat tersebut seperti di dalam mobil, di bawah permukaan air, atau terbungkus di dalam sebuah selimut. Semua diletakan di tempat berbeda karena setiap lokasi memiliki temperatur yang berbeda pula.

Seperti proses penguraian, bisa dikatakan kompleks dan sangat bergantung pada keadaan lengkungan sekitar seperti suhu, kelembapan dan iklim.

Praktek penelitian menelantarkan jasad manusia atau body farm awalnya dilakukan oleh pihak Universitas Tennese, Knoxville pada tahun 1981 oleh antropolog forensik, Bill Bass. Dan hingga saat ini terdapat enam fasilitas penelitian dekomposisi di Amerika Serikat.

Fasilitas penelitian ‘Ladang Mayat’ di Texas (CTA / Mail Online)

Fasilitas ini dapat memonitor perubahan kondisi fisik, kimia dan perubahan bakteri dalam tubuh yang membusuk. Begitu pula mengenai informasi mengenai waktu, proses dan sebab jasad tersebut meninggal dunia.

Selain itu melalui praktek penelitian ini sekaligus dapat membantu proses investigasi forensik yang dilakukan pihak kepolisian.

Sementara ini penelitian body farms hanya tersedia di Amerika serikat, namun negara lain seperti Britania Raya, Australia dan India akan memfasilitasi proses dekomposisi serupa.

Begitulah, sobat Lidikins. Memang perkebunan itu terlihat mengerikan, namun penelitian ini sangat membantu dan berguna dalam ilmu pengetahuan. Selama bumi berputar, masih banyak ilmu yang harus dipelajari. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di depan nanti, dan penelitian-penelitian yang ada dapat membantu mencari solusi.

BeritaTerkait

Discussion about this post