Serikat Buruh Kembali Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law

LIDIK.ID , Surabaya – Serikat Buruh kembali unjuk rasa untuk menolak Omnibus Law yang telah di sahkan pada hari Senin (05/10/2020). Serikat buruh yang terdiri dari Organisasi SPN, FSP LEM SPSI dan serikat buruh lainnya menolak UU Omnibus Law yang telah di sahkan beberapa hari lalu. Selasa, (27/10)

Edi Suprianto ketua dari FSP LEM SPSI mengungkapkan ada 2 langkah tujuan yang dimana akan dilakukan oleh para buruh kedepannya.

Baca Lainnya

“Tujuan yang pertama aksi yang kedua tetap akan menuntut gubernur”. Ujar Edi Suprianto.

Beliau juga mengatakan jika pemerintah tidak mendengar tuntutan, para demonstran tetap akan berunjuk rasa kembali.

“Kalau pemerintah tidak mendengar atau merespon, kita coba untuk tidak buruh saja, kita akan mencoba dengan semua elemen masyarakat”. Ujarnya.

Edi juga menyatakan mungkin selama ini kita hanya mencoba di cluster tenaga kerjaan yang kita coba untuk kupas undang undang tersebut.

Para demonstran menuntut agar pemerintah daerah dalam hal ini adalah gubernur provinsi Jawa Timur dan jajarannya mendengar suara dari para demonstran.

Edi juga mengatakan bahwa kita tidak hanya membaca UU cluster ketenagakerjaan tetapi juga membaca beberapa yang mengatur tentang hal lain.

“Ini kan gabungan dari beberapa undang undang dijadikan satu, seperti contoh tentang perizinan oleh karena itu kita mencoba untuk menggabungkan seluruh elemen masyarakat”. pungkasnya.

 

(IMM)

BeritaTerkait

Discussion about this post