Siswi Putus Sekolah Ini Dicekoki Pil Eximer Lalu Diperkosa 5 Orang hingga Tewas

LIDIK.ID, TANGGERANG – Perilaku bejad dilakukan 5 remaja ini kepada seorang gadis yang merupakan siswi putus sekolah. Korban tersebut berinisial OR (16), gadis malang ini dicekoki beberapa pil excimer, sebelum akhirnya disetubuhi secara bergantian.

Kasus bermula ketika korban diajak oleh tersangka 1 ke rumah tersangka 2 di Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada pertengahan Mei 2020. Di sana, korban kemudian diperkosa dalam keadaan tak sadar diri. Bahkan salah tersangka adalah seorang

Baca Lainnya

Beberapa hari setelah kejadian itu, korban jatuh sakit pada 26 Mei 2020. Pengaruh pil obat keras itu membuat kesehatan OR langsung drop hingga sering tak sadarkan diri. Korban kemudian dibawa keluarganya ke RS Jiwa Darma Graha Serpong.

Pada 9 Juni 2020, korban dibawa pulang oleh keluarganya. Hingga akhirnya ia mengembuskan napas terakhir pada Kamis 11 Juni 2020 sekira pukul 01.45 WIB di kediamannya yang berada di Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel). Pihak keluarga menyebut, OR mengeluh bagian dadanya sesak dan sekujur tubuh berasa panas.

Sementara pelaku pemerkosaan remaja putri itu sudah ditangkap polisi di Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Salah satu pelaku merupakan pacar korban.

“Sudah empat orang diamankan, iya (salah satunya pacar korban),” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan dalam keterangan kepada detikcom, Sabtu, 13 Juni 2020.

Keterangan Keluarga.

Diceritakan Rohim (40), paman korban, tindakan keji yang dialami OR berlangsung sebelum hari raya Idul Fitri kemarin. Namun, dia sendiri kurang begitu mengingat tanggal kejadian. Ketika itu, OR dikabarkan dalam kondisi tak sadar di suatu tempat di wilayah Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

“Waktu itu saya dikabarin dari bapaknya, kondisinya sudah begitu, sempat muntah-muntah, kejang-kejang juga. Sampai kontrakan di sini, memang kelihatannya syok banget, badannya lemes. Kita sempat rawat ke rumah sakit rehabilitasi, tapi begitu pulang kambuh lagi, jalan aja enggak bisa. Sebelumnya mah dia sehat-sehat aja, enggak pernah begitu,” imbuh Rohim seperti lansiran okezone.

Keterangan serupa disampaikan oleh nenek OR, Rumsiah. Menurut dia, sebelum meninggal cucunya itu diperkosa lebih dari 5 orang remaja di wilayah Cihuni, termasuk juga oleh pacarnya sendiri. Pihak keluarga, memutuskan tak melapor ke polisi lantaran keluarga pacarnya datang ke rumah dan berjanji akan bertanggung jawab.

“Waktu itu datang ke rumah dari keluarga pacarnya, katanya mau tanggung jawab. Jadi kalau udah sembuh, mau dinikahin. Terus tanggung jawab juga mau bantu biaya berobat ke rumah sakit,” ungkapnya.

OR sendiri hidup dalam keprihatinan. Selama ini dia tinggal menumpang di kontrakan petak yang ditempati oleh nenek, paman dan bibinya. Ibunya telah lama meninggal dunia. Sedangkan sang ayah telah menikah lagi dan tinggal tak jauh dari kontrakan OR.

Keterangan Sahabat.

Salah satu sahabat OR yang ditemui di lokasi, Diah Fitrianingrum (21), mengungkap lebih jauh soal hubungan antara OR dan pacarnya. Dalam lansiran okezone, dikatakan, keduanya telah cukup lama berpacaran. Namun dia tak menyangka jika OR diperlakukan keji seperti itu.

“Saya kaget juga, dia (OR) kondisinya kasihan banget. Kata dia habis dipaksa minum pil excimer 2 butir lebih, mungkin karena dia enggak tahu ya diminum aja. Kalau sama pacarnya saya kurang dekat, soalnya kan kalau jemput ke sini enggak pernah ke rumah, cuma jemput di pinggir jalan,” terang Diah yang tempat tinggalnya tak terlalu jauh dari kontrakan keluarga OR.

Puluhan warga berkumpul di rumah duka sore tadi. Usai memandikan jenazah OR, warga sekitar lantas membawanya ke masjid untuk disholatkan. Setelah itu dilanjutkan ke pemakaman. Pihak keluarga, termasuk ayah kandungnya terlihat sangat berduka atas kepergian OR.

Kasus ini sendiri terlambat mencuat, sebab pihak keluarga tak begitu mengerti harus berbuat apa usai mengetahui OR dicekoki pil dan digilir beberapa orang. Warga sekitar yang prihatin terhadap OR, mendesak pihak kepolisian segera turun tangan dan menangkap para pelaku.

BeritaTerkait

Discussion about this post