Smart City dengan Sinergi Intelektual dan Milenial diwujudkan Bandar Lampung

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG — Smart City atau kota pintar saat ini sudah menjadi keharusan. Bahkan, kota-kota di belahan dunia seakan berlomba menerapkan konsep smart city dalam pembangunan

“Ya, sudah menjadi trend di dunia untuk mengembangkan smart city. Konsep ini akan dijalankan di Kota Bandar Lampung jika masyarakat saya dan Prof. Bustomi dimanahkan memimpin kota ini. Tentunya dengan Program Bandar Lampung Cerdas Berjamaah,” kata Calon Wali Kota Bandar Lampung Dr. (Can) Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc. Rabu (15/4/2020).

Diakui Firmansyah, tantangan dalam penerapan smart city adalah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mewujudkan pengelolaan kota yang berkelanjutan. Menurut dia, di sinilah peran kaum milenial yang saat ini sedang menggandrungi teknologi digital, sangat tepat ikut dalam pengelolaannya.

“Saya pasti melibatkan kaum milenial Bandar Lampung yang sudah sangat cerdas dalam penerapan teknologi digital. Peran serta kaum muda Kota Bandar Lampung inilah, yang nantinya akan membantu Pemkot dalam penarapan layanan kepada masyarakat dan menjadikan warga Bandar Lampung yang cerdas atau smart citizen,” kata Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya itu.

Firmansyah yang berpasangan dengan Prof. Dr. Ir. RA. Bustomi Rosadai M.S., dalam kontestasi Politik Bandar Lampung 2021-2024 itu juga menjelaskan Konsep Smart City dapat mengembangkan banyak aspek dalam pelayanan masyarakat. Misalnya, pengelolaan pemerintahan, pemanfaatan energi, fasilitas, infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, dan smart citizen.

“Semua akan kita integrasikan dengan melibatkan kaum-kaum muda intelektual yang dimiliki Kota Bandar Lampung. Tentu saja kita juga akan melibatkan provider dalam pengembangan fiber optik sampai ke pelosok kelurahan bahkan sampai tingkat RT di Kota Bandar Lampung,” kata Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Lampung itu.

Jika ini sudah dikembangkan, lanjut Firmansyah, bukan hal yang sulit dalam pengembangan pembangunan ekonomi masyarakat. Terlebih, salah satu Program Bandar Lampung Cerdas Berjamaah yang diusungnya dalam Pilkada adalah pengembangan usaha kecil dan menengah (UMKM).

“Insya Allah, 20.000 UMKM akan kita kembangkan setiap tahunnya di Kota Bandar Lampung. Tidak membutuhkan biaya besar untuk mewujudkan hal itu. Tidak menghabiskan anggaran pembangunan satu flyover. Dan, penerapan smart city ini sudah kami lakukan di beberapa kabupaten melalui unit usaha yang kami miliki,” kata putra bungsu pendiri Yayasan Alfian Husin itu. (**)

Discussion about this post