Jumat, 23 Februari 2024

Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Tidak Selalu Mulus dan Mudah

LIDIK.ID , Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemulihan ekonomi global terus berlangsung dengan kondisi yang tidak selalu mulus dan mudah. Lantaran berbagai negara tengah dihadapkan pada risiko konflik geopolitik Rusia-Ukraina yang telah memicu kenaikan harga komoditas energi dan pangan. Senin, (30/5/2022).

Sri Mulyani mengungkapkan tanda-tanda perlambatan kegiatan ekonomi yang terjadi di beberapa negara berlangsung seiring dengan meningkatnya inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas, pangan, dan energi. Kondisi itu juga menambah risiko penurunan pemulihan ekonomi.

Baca Lainnya

“Kami menghadapi risiko yang mungkin berasal dari perubahan konflik geopolitik dan juga memicu kenaikan harga komoditas dengan menciptakan beban tambahan dari gangguan rantai pasokan awal,” kata Sri Mulyani dalam acara Indonesia Financial Group, pada Senin (30/5).

Sri Mulyani juga menjelaskan, bahwa Inflasi dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi, serta pengetatan kebijakan moneter, jelas menjadi salah satu risiko terpenting yang perlu diwaspadai. Risiko ini pun perlu dikelola dengan hati-hati oleh sistem organisasi dan lembaga keuangan.

“Indonesia dalam hal ini tidak terkecuali,” kata mantan bos Bank Dunia itu.

Sri Mulyani melanjutkan, meskipun inflasi masih tetap terkendali dalam batas yang aman, fundamental ekonomi juga sejalan dengan pemulihan ekonomi. Indonesia harus tetap terus mewaspadai risiko-risiko tersebut.

Selain momentum pemulihan , neraca eksternal Indonesia pun menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Neraca perdagangan negara tercatat mengalami surplus tertinggi sepanjang masa.

“Tetapi kita harus sangat waspada terhadap risiko ekonomi global yang meningkat ini. Ekspektasi kenaikan suku bunga, serta pengetatan likuiditas, tentunya akan berimplikasi signifikan terhadap volatilitas sektor keuangan,” kata Sri Mulyani.

BeritaTerkait

Discussion about this post