Status Darurat Corona, Walikota Tegal Memutuskan Untuk Local Lockdown

LIDIK.ID, Tegal, Jawa Tengah – Setelah hasil swab tenggorkan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) keluar dan dinyatakan positif, pemeintah kota Tegal, Jawa Tengah mengambil kebijakan unttuk menutup salah satu titik akses yang telah ditutup yakni jalan menuju ke alun-alun kota, sementara pembatasan akses jalan yang lebih luas akan dilakukan mulai 30 maret sampai 30 Juli 2020. Jalan Provinsi dan Nasional masih dibuka.

Gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Tegal telah berkoordinasi dengan PT. KAI untuk melakukan pelacakan dan karantina terhadap penumpang yang duduk dalam satu gerbong dengan pasien itu. Menurut informasi yang di dapat, sudah ada dua puluh dua PDP di kota tersebut.

Baca Lainnya

Dedy Yon Supriyono, sang Wali Kota Tegal, mengatakan dalam wawancaranya dengan KompasTV, bahwa status darurat ini harus ditanggani dengan serius, ia meminta untu kota tetangga dapat menangani virus corona ini dengan serius. Sebab, tanpa adanya kerjasama maka upaya yang dilakukan tidak akan maksimal.

“Kalau dilihat data, di Jakarta sudah ada 495 yang positif. Sementara banyak warga Kota Tegal dan sekitarnya yang merantau di Jakarta. Ini akan berpengaruh buruk untuk masyarakat Kota Tegal. Makanya, Kota Tegal akan gunakan local lockdown ini seluruhnya. Ada 49-50 titik akan ditutup menggunakan beton,” kata Dedy setelah menggelar rapat koordinasi dengan Forkompinda di Kantor Diskominfo Tegal, Kamis (26/Maret/2020).

Local lockdown ini tidak seperti lockdown yang dibayangan, Tegal tidak akan terlihat seperti kota mati.

Warga yang saat ini berada di Kota Tegal hanya dibatasi untuk keluar rumah seperti ke pasar, membeli makan, tetap diperbolehkan, tetapi akan ada titik perbatasan yang ketat. Warga akan dtanyakan tujuan dn keperluan mereka. Warga dengan suhu di atas 38 derajat akan bawa ke rumah sakit. Itu yang dikatakan oleh Muhammad Jumadi selaku Wakil Wali Kota Tegal.

Dia juga menambahkan, truk dan bus yang melalui jalur Pantura Tegal nantinya akan dialihkan ke jalur lingkar luar Kota Tegal.

“Dari Terminal kita belokan ke kiri, tidak ada yang bisa masuk kota. Ya itu, kalau mau masuk Kota Tegal hanya ada dua atau tiga titik. Itu pun superketat,” katanya.

BeritaTerkait

Discussion about this post