Tak Terima Mobilnya di Balap, HY Dibekuk Polres Tanggamus Dugaan Lakukan Penganiayaan Berat

LIDIK.ID, Tanggamus – Polres Tanggamus gelar konferensi pers terkait penangkapan seorang tersangka penganiayaan berat (anirat) yang bernama Herli Yansyah alias Yan Dirut (29) yang mengakibatkan korban yang Julyadi (33) meninggal dunia. Selasa (23/2).

Diketahui Tersangka merupakan warga pekon gunung doh kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), sementara korban adalah warga pekon Sri melati kecamatan Wonosobo.

Mewakili Kapolres tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK., Dalam konferensi pers, Kabag ops polres Tanggamus Kompol Bunyamin, SH. MH, yang didampingi oleh Kasatreskrim Iptu Ramon Zamora, SH dan Kapolsek pugung Ipda Okta Devi, SH.MH,. menyampaikan keberhasilan pengungkapan kasus penganiyaan pemberatan (anirat) oleh tim gabungan Tekab 308 Polres Tanggamus dikoridor utama Mapolres Tanggamus serta menghadirkan tersangka dengan tangan terborgol.

“Dalam waktu 6 jam personil gabungan tekab 308 polres tanggamus, berhasil menangkap tersangka penganiayaan berat atau pembunuhan yang terjadi dijalan raya pekon tanjung heran kecamatan pugung,” kata Kompol Bunyamin.

Setelah itu Kasatreskrim Polres Tanggamus Iptu Ramon Zamora, SH. Memaparkan kronologi kejadian bahwa pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 21.00 wib saat peristiwa itu terjadi dipekon tanjung heran kecamatan pugung.

“Bermula saat korban melintas dijalan raya kota agung dengan mengendarai mobil Avanza warna putih BE 1569 VT, kemudian pelaku dengan mengendarai mobil Avanza BE 1971 VY warna hitam mendahului mobil korban, dan seketika itu korban langsung membuntuti mobil pelaku, setelah tiba dipekon tanjung heran, korban melihat mobil pelaku mampir dipinggir jalan untuk membeli buah rambutan, kemudian korban langsung berhenti dan menghampiri pelaku, sehingga antara korban dan pelaku sempat terjadi ribut mulut,” papar iptu Ramon.

Lebih lanjut, Kasatreskrim polres tanggamus Iptu Ramon Zamora, SH menjelaskan bahwa korban terus menyerang sehingga pelaku hampir jatuh tersungkur.

“Korban mendorong kepala pelaku berulang hingga hampir tersungkur ke tanah, dan sempat terjadi pergumulan antara keduanya, kemudian pelaku menusuk korban di bagian pangkal paha menggunakan pisau yang menyebabkan korban tersungkur, namun sebelum tersungkur korban sempat menembak pelaku sebanyak 2 kali menggunakan senpi rakitan jenis revolver tetapi tidak mengenai pelaku, setelah itu korban terjatuh, Usai melakukan penusukan tersebut, dengan mengemudikan kendaraanya, pelaku kemudian kabur ke arah Pringsewu,” jelas iptu Ramon.

Sementara Menurut keterangan tersangka bahwa dia tidak berniat untuk membunuh korban, hal tersebut hanya bersifat spontan dikarenakan perlakuan korban sudah tidak wajar.

“Saya sudah lama kenal korban karna istrinya berasal dari kampung saya, tetapi dia menuduh saya dan dia SMS dengan omongan yang tidak masuk diakal namun tidak saya ladeni bahkan sebelum kejadian dia menunggu 1 jam setengah di depan rumah saya,” ujarnya.

Dari kejadian tersebut korban mengalami luka dibagian pangkal paha dan banyak keluar darah, saat itu juga korban langsung dibawa ke Puskesmas rantau tijang untuk dilakukan pengobatan, namun sesampainya di puskesmas Korban dinyatakan meninggal dunia, dan kemudian sepupu korban langsung melaporkan peristiwa tersebut dipolsek pugung untuk ditindak lanjuti.

Sementara barang bukti (BB) milik tersangka yang berhasil diamankan oleh petugas yaitu berupa 1 senjata tajam jenis pisau badik, mobil Toyota Avanza warna hitam tanpa pelat, pakaian dan sendal, selain itu polisi juga mengamankan barang bukti (BB) milik korban berupa senjata api rakitan (senpira) jenis revolper dengan 3 peluru aktif, 1 senjata tajam jenis pisau belati, mobil Avanza warna putih dengan plat BE 1569 VT, dan pakaian serta sendal.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana Subsider Pasal 351 Ayat e KUHPidana. “Ancaman maksimal 15 tahun penjaraa.

Atas peristiwa tersebut, tersangka mengaku menyesali perbuatannya karena nyawa korban tidak tertolong. Dia juga meminta maaf kepada keluarga korban.

(SZL)

Discussion about this post