Terekam CCTV! Rebut Paksa Jenazah PDP, Keluarga Bawa 100 Orang dan Senjata Tajam

LIDIK.ID, MAKASSAR – Sebuah kejadian terekam CCTV dimana keluarga salah satu jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Dadi, Jalan Lanto Daeng, Pasewang, mengambil paksa jenazah. Pihak keluarga langsung membawa pulang jenazah karena tidak bersedia dikuburkan dengan protokol Covid-19 setelah berstatus sebagai PDP.

Dari rekaman, terlihat Sekitar tujuh orang menerobos masuk ke ruang Intensive Care Unit (ICU) kemarin siang sekitar pukul 15.00 Wita. Rombongan masuk ke ruang ICU, lalu mengangkat  pasien yang telah meninggal dunia itu dari ranjang ICU. Pihak keluarga kemudian membopong jenazah yang hanya terbungkus kain sarung.

Baca Lainnya

Dalam rekaman tersebut juga tak terlihat petugas rumah sakit yang mencoba menghalangi tindakan tersebut. Kejadian ini terekam CCTV dan viral di media sosial. Humas RS Dadi, Yunus Acong yang dikonfirmasi, Kamis, 4 Juni 2020 membenarkan peristiwa itu terjadi di RS Dadi. Pengambila paksa ini sebab keluarga tak ingin apabila jenazah dimakamkan dengan protokol Covid-19.

“Mereka (pihak keluarga) langsung menerobos masuk ruang ICU dan mengambil jenazah sebelum sempat dilakukan pemulasaran jenazah. Juga tidak sempat diambil tes swab,” kata Yunus dalam lansiran CNN.

Selain itu Yunus mengungkapkan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan terlambat datang lokasi. Begitu tiba di lokasi, petugas keamanan juga kalah jumlah. Yunus mengaku ikut menghalangi keluarga yang akan membawa paksa jenazah tersebut. Penyebab keterlambatan itu sebab petugas harus melayani pasien lain yang juga meninggal.

Bahkan diketahui kasus kali ini tak tanggung-tanggung, demi bisa membawa pulang jenazah kerabatnya, keluarga bawa serta ratusan orang ke RS. Bukan hanya bersama 100 orang saja tapi orang-orang tersebut ada yang membawa serta senjata tajam.

“Terbatas petugas di ruang ICU karena untuk ruang ICU memang begitu protapnya. Saya, sekuriti dan tenaga kesehatan lainnya sempat berusaha menahan di depan pintu tapi mereka lebih banyak, puluhan orang. Akhirnya jenazah itu dibawa pergi,” katanya.

Saat tiba dilokasi, jenazah sudah dibawa keluarga di pinggir jalan. Yunus mengatakan jenazah yang dibawa paksa tersebut adalah warga Makassar. Awalnya pasien dirawat di RS Akademis, Senin (1/6). Keesokan harinya, Selasa (2/6) pukul 21.00 Wita dirujuk ke RS Dadi dengan status PDP Covid-1 sebelum meninggal. Yunus juga mengatakan bahwa tak lama setelah dinyatakan meninggal dunia, keluarganya langsung menyerobot masuk ruang ICU mengambil jenazah.

 

BeritaTerkait

Discussion about this post