Terkuak Alasan Suami Bunuh Istri di Bangka, Kepergok Curi Perhiasan dan Tuduh Korban Selingkuh

LIDIK.ID , Bangka – Belakangan ini beredar di media sosial seorang suami tega membunuh istrinya sendiri, padahal baru sebulan menikah. Korban ditemukan di rumahnya sendiri yang berkawasan di Kelurahan Teladan, Toboali, Bangka Selatan dengan keadaan terlentang setengah telanjang, dan ada bekas luka cekik di lehernya. Sabtu, (23/10).

Alasan pelaku MR (21) membunuh EA (25) karena cemburu melihat pesan singkat di handphone korban dengan pria lain dan menuduh istrinya itu selingkuh, pada hari Rabu (20/10) pukul 10.00 WIB.

Sehingga MR langsung mencekik istrinya itu dengan keadaan setengah telanjang, lantaran mereka baru saja melakukan hubungan suami istri. Setelahnya, pelaku melarikan diri dengan membawa motor dan handphone milik korban jenis iPhone Max Pro.

Pelaku juga sempat mencuri perhiasan milik istrinya dan menggunakan hasil dari curiannya tersebut untuk foya-foya.

Sebelumnya, hari Selasa (19/10) MR sempat curhat kepada temannya AP, karena ayah mertuanya tidak setuju dengan pernikahannya.

Saat itu, AP sempat memberi saran kepada MR untuk mencekik saja istrinya. Tapi diakui oleh AP itu hanya asal-asalan ngomong.

Pada saat melarikan diri, MR juga dibantu dengan AP. Sesampainya di Koba, pelaku dan rekannya itu menjual handphone milik EA dan melanjutkan perjalanan ke Pangkalpinang.

Mereka sempat beristirahat di sebuah rumah makan lalu menginap di Jalan Muntok, Pangkalpinang. Keesokan harinya, Kamis (21/10) MR dan AP berpisah, pelaku melanjutkan perjalanan ke Palembang dengan menumpang di truk sawit, sedangkan rekannya itu kembali ke Toboali tapi sudah tertangkap lebih dulu di Koba.

Dari penuturan AP, petugas mendapati lokasi terakhir MR yang berada di kebun sawit kawasan Riau Silip, Bangka.

“Namun kami mendapatkan informasi tersangka sempat bermalam di Pangkalpinang pada Rabu (20/10) malam. Berdasarkan informasi Apoy yang mengantarkan MR, pelaku ini menuju Riau Silip menumpang truk menuju Palembang,” ujar AKBP Joko Isnawan didampingi Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan AKP Chandra Satria dan Kabag Ops AKP Albert dalam jumpa pers. Jum’at, (22/10).

Jadi dalam kasus ini, AP berperan sebagai orang yang membantu pelaku kabur ke Pangkalpinang.

Mayat korban sendiri ditemukan pertama kali oleh adik dan bibinya pada hari Rabu (20/10).

“Pada saat pagi hari Rabu (20/10) sekitar pukul 10.00 WIB, adik korban melihat pelaku keluar dari kamar tersebut dan berpamitan untuk mengantar paket,” lanjut Joko.

Kemudian sang adik memanggil EA di rumahnya tapi tidak ada jawaban, lalu ia menghampiri Bibinya untuk meminta bantuan.

“Bibi korban mencurigai karena sudah sore ponakannya tidak keluar rumah, dan AC di kamar sedang hidup, hingga mengetahui EA sudah meninggal dunia,” jelas Joko.

Kemudian anggota Polres Bangka Selatan langsung mendatangi lokasi setelah mendapati laporan adanya penemuan jenazah EA.

Setelah melakukan olah TKP, petugas menelusuri keberadaan pelaku yang diinformasikan berada di Koba, Bangka Tengah. Dengan berkoordinasi dengan Polres Bangka Tengah, penelusuran terhadap MR tapi hasilnya nihil.

Kemudian MR berhasil ditangkap saat ingin melarikan diri di kebun sawit, Riau Silip, Bangka oleh Tim Panter Satreskrim Polres Bangka Selatan dan Tim Kelambit Polres Bangka.

Akibat perbuatannya, MR dijatuhi Pasal 336 dan AP dengan Pasal 221, keduanya kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bangka Selatan.

(MYG)

Discussion about this post