Tidur di Atas Rel, Belasan PHK ini Tertabrak Kereta Api

LIDIK,ID, BANDAR LAMPUNG – Mewabahnya Corona ( Covid-19 ) membuat sebagian besar masyarakat dunia mengalami kerugian, terlebih lagi dalam perekonomian. Tak hanya di Indonesia, namun pekerja di berbagai dunia juga mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Seperti di India, PHK yang terjadi juga membuat sebuah kasus kematian memilukan terjadi di sana.

Puluhan ribu orang di India terpaksa kembali ke desa mereka masing-masing dengan berjalan kaki setelah kehilangan pekerjaan karena lockdown corona sejak akhir Maret lalu. Hal ini karena transportasi di sana juga ditangguhkan dan justru eksodus besar-besaran itu kembali memakan korban.

Seperti belasan pekerja migran yang terkena PHK ini, mereka pulang menuju desanya dengan berjalan kaki karena selama Lockdown di India akibat pandemi Covid-19. Nasib naas menimpah mereka saat Jumat kemarin, 8 Mei 2020.

Karena lelah, belasan orang ini memilih tidur di atas rel kereta api karena mereka berpikir tak akan ada kereta yang akan lewat. Namun nyatanya, sebuah kereta api melaju di rel tempat mereka tertidur hingga menewaskan 16 orang dan 2 orang lainnya terluka.

PETUGAS polisi memeriksa jalur kereta api setelah kereta menabrak pekerja migran yang tidur di lintasan di distrik Aurangabad di negara bagian barat Maharashtra, India, 8 Mei 2020.(REUTERS)

Menurut laporan Kementerian Perkeretaapian India, sang masinis melihat para pekerja di atas rel dekat Kota Aurangabad, negara bagian barat Maharashtra. Setelah itu ia berusaha untuk menghentikan laju kereta api yang ia bawa. Namun sayang, insiden itu tak dapat disindari dan menewaskan 16 orang dan melukai 2 lainnya.

“Saya baru saja mendengar berita sedih tentang buruh yang tertabrak kereta,” cuit Menteri Perkeretaapian Piyush Goyal di Twitter. “Tindakan penyelamatan sedang berlangsung.”

Menurut pihak kepolisian, para pekerja itu merupakan karyawan sebuah pabrik baja. Mereka terpaksa berjalan kaki untuk pulang ke desa mereka yang berjarak ratusan kilometer, dan berharap bisa mendapat tumpangan dari truk yang lewat. Diketahui lokasi desa mereka di negara bagian Madhya Pradesh

Salah seorang pekerja yang selamat dari insiden nahas tersebut, Virender Singh, mengaku bahwa mereka pulang kampung usai menunggu kontraktor mereka memberikan sedikit uang selama berminggu-minggu.

“Keluarga kami di desa meminta kami untuk kembali,” tutur Singh dilansir Reuters pada Sabtu (9/5).

Sejak Kamis (7/5) sore para pekerja tersebut akhirnya berjalan menyusuri rel kereta api pada. Mereka pun lelah dan memutuskan untuk beristirahat setelah berjalan sekitar 40 kilometer.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyatakan dirinya merasa sedih atas hilangnya belasan nyawa dalam kecelakaan kereta api tersebut. Ia juga mengaku bahwa seluruh bantuan yang memungkinkan sedang diberikan.

Seperti yang diumumkan sejak awal bahwa seluruh moda tranportasi umum di India ditangguhkan selama lockdown. Itu mengapa para pekerja yang pulang kampung harus berjalan kaki dan menempuh perjalanan yang jauh.

Para pejabat India mengaku bahwa lockdown selama 8 minggu ini telah membantu mengatasi virus corona. Namun lockdown ini berimbas negatif kepada para orang miskin karena banyak buruh yang terlantar di kota-kota besar dengan hanya sedikit makanan atau uang. Atas kejadian ini tentu Pemerintahan PM Modi sendiri banyak mendapatkan kritik.

Akibat Corona yang masih saja mewabah dan menular ke masyarakat, Pemerintah India sendiri memutuskan untuk memperpanjang lockdown hingga 18 Mei mendatang. Lockdown di India telah berlaku dari 24 Maret lalu.

Discussion about this post