Lidik.id– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025, tercatat hingga Rabu (3/12/2025) pukul 10.15 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 753 jiwa, sementara 650 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Dalam data tersebut, BNPB merinci, dari total korban meninggal, 301 jiwa merupakan warga Sumatera Utara, 234 jiwa dari Sumatera Barat, dan 218 jiwa dari Aceh. Selain itu, sebanyak 2.600 orang dilaporkan terluka akibat bencana yang melanda sejak akhir November tersebut.
Jumlah penduduk terdampak juga mencapai angka signifikan, yaitu 3,3 juta jiwa. Adapun rinciannya adalah 1,7 juta jiwa di Sumatera Utara, 1,5 juta jiwa di Aceh, serta 141.800 jiwa di Sumatera Barat.
Sementara itu, jumlah pengungsi per Rabu (3/12/2025) tercatat 538.800 jiwa di Sumatera Utara, 1,5 juta jiwa di Aceh, serta 106.200 jiwa di Sumatera Barat. BNPB menyebut angka ini masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.
Kerusakan bangunan juga tidak terhindarkan. BNPB melaporkan terdapat 3.600 rumah rusak berat, 2.100 rumah rusak sedang, dan 3.700 rumah rusak ringan. Selain permukiman, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan cukup parah.
“Jembatan 39,34% mengalami kerusakan, fasilitas ibadah 16,97%, fasilitas pendidikan 42,5%, dan fasilitas kesehatan 1,18%,” demikian data dari dashboard BNPB.
Hingga kini, proses pencarian korban hilang dan penyaluran bantuan masih terus dilakukan oleh tim gabungan, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan relawan. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk percepatan penanganan darurat serta pemulihan wilayah terdampak.







Discussion about this post