UPDATE! Kasus Covid-19 Lampung Per 21 April 2020

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana, kembali menginformasikan tentang perkembangan kasus Covid-19 di Lampung. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, bahwa kasus bertambah menjadi 27 kasus.

Dalam video persnya yang didapat oleh LIDIK.ID melalui Whatsapp group, jumlah kasus Corona per 21 April 2020 sebagai berikut :

Baca Lainnya

Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2.907 orang dengan rincian 2.253 telah selesai pemeriksaan, 653 orang masih dalam pantauan, sementara 1 orang meninggal dalam status ODP.

Berikutnya adalah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) berjumlah 55 orang. Reihana mengkonfrimasi bahwa 12 pasien diisolasi, 33 orang dinyatakan negatif dan sembuh, dan 7 orang dalam status PDP meninggal.

Sementara untuk kasus Positif Corona berjumlah 26 orang dalam rincian, 12 orang masih dirawat, 10 orang dinyatakan sembuh dan 5 orang meninggal dunia.

Dari yang diterangkan oleh Reihana, pasien baru yang diumumkan hari ini merupakan seorang wanita berusia 46 tahun dengan inisial S. Pada awalnya, S adalah seorang pasien dari Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar yang dirujuk ke Rumah Sakit Handayani di kota bumi.

Setelah itu, pasien kembali dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek. Dalam kasus ini, pasien mengalami kasus kebinan dimana pasien harus operasi pengangkatan rahim.

Pada tanggal 9 april, perawat sudah melakukan swab test kepada S mengingat pasien berasal dari Sengkicau dimana terditeksi corona di wilayahnya. Salah satunya adalah pasien pria positif corona yang juga berinisal S yang meninggal akibat covid-19.

Data yang diinformasikan bahwa S tidak memiliki riwayat perjalanan.

Hasil swab test  S yang keluar pada 15 April mengahsilkan positif corona. Sehari setelahnya S melakukan rapid test dan hasil test mengatakan bahwa rapid testnya negatif non-reaktif.

Reihana mengatakan bahwa pasien dalam keadaan baik dan sehat. S sedang dalam masa pemulihan umum di rumah sakit umum Bandar Lampung pasca menjalankan operasi. Diinformasikan pula bahwa S akan melakukan kontrol luka pada tanggal 25 April 2020.

Setelah semua prosedurnya selesai, S akan mengisolasikan diri secara mandiri dan telah melaporkan ke puskesmas terdekat untuk pemantauan selama 14 hari.

BeritaTerkait

Discussion about this post