LIDIK.ID, Jakarta — Sebuah rekaman CCTV berdurasi 2 menit 30 detik yang menampilkan kedekatan seorang pramugari dengan pria yang disebut-sebut sebagai direktur sebuah maskapai tengah menjadi perbincangan luas di media sosial. Video tersebut pertama kali diunggah oleh seorang wanita yang mengaku sebagai istri sah dari pria dalam rekaman.
Rekaman yang memperlihatkan keduanya berada dalam satu lift itu memicu berbagai dugaan perselingkuhan. Dalam narasinya, sang istri menyebut suaminya telah meninggalkan rumah sejak Oktober 2025 dan tidak lagi memberikan nafkah kepada keluarga. Ia mengaku mempublikasikan video tersebut sebagai bentuk keputusasaan agar kasus rumah tangganya mendapat perhatian.
Sementara itu, suami dari pramugari yang disebut dalam video turut memberikan komentar melalui pesan yang beredar. Dalam pernyataannya, ia memilih untuk tidak memperpanjang konflik dan meminta agar persoalan tersebut diviralkan saja agar publik mengetahui kebenarannya.
Berdasarkan penelusuran terhadap sejumlah pemberitaan, video CCTV itu direkam pada 3 Oktober 2025 di sebuah lift apartemen. Rekaman kemudian viral pada akhir November hingga awal Desember 2025 setelah diunggah oleh pihak yang mengaku sebagai istri sah.
Sejumlah media melaporkan bahwa dalam video terlihat interaksi yang dinilai “melampaui batas profesional”, meski tidak menunjukkan tindakan yang secara eksplisit membuktikan perselingkuhan. Hingga kini, tidak ada konfirmasi resmi mengenai identitas pria dalam video, termasuk apakah benar ia merupakan direktur maskapai sebagaimana diklaim dalam unggahan awal.
Pengacara dari pihak istri disebut telah menerima bukti rekaman tersebut, namun belum ada keterangan resmi mengenai langkah hukum lebih lanjut.
Sementara itu, pramugari maupun pihak maskapai belum mengeluarkan pernyataan apa pun. Tidak ada pula keterangan dari otoritas terkait mengenai keaslian video maupun proses pemeriksaan internal.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh informasi terkait dugaan perselingkuhan ini belum terverifikasi secara resmi oleh pihak maskapai, otoritas, maupun para pihak yang diduga terlibat. Identitas lengkap para pihak juga belum dikonfirmasi secara terbuka untuk menjaga asas praduga tak bersalah.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena melibatkan unsur rumah tangga, dugaan perselingkuhan, serta jabatan strategis dalam sebuah perusahaan penerbangan.
Publik masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak maskapai dan pihak-pihak terkait guna memberikan kepastian atas kebenaran informasi yang beredar. Seluruh pihak diimbau berhati-hati dalam menyebarkan narasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan dampak hukum maupun sosial yang merugikan.***
(TRS).







Discussion about this post