VIRAL! Keluarga Maki Petugas Saat Peti Jenazah PDP Jatuh dan Terbuka Ketika dimakamkan

LIDIK.ID, PALI – Sebuah perisitiwa pemakaman jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menghebohkan tersebar di media sosial. Kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sesuai kebijakan yang diberitahu pemerintah dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jenazah Pasien Covid-19 maupun PDP dimakamkan secara protokol kesehatan yang kini terus berlaku.

Pasien yang meninggal dunia di RSUD Talang Ubi, PALI merupakan seorang wanita berusia 57 Tahun asal Kelurahan Bhayangkara.

Baca Lainnya

Dalam video yang beredar, jenazah yang berada didalam peti terjatuh saat hendak dimakamkan. Terlihat beberapa petugas lainnya mengarahkan hingga peti jenazah diletakkan di pinggir liang lahat. Sebelum dimakamkan, petugas memastikan posisi kepala dan kaki jenazah agar tidak terjadi kesalahan.

Saat peti jenazah diletakkan persis di atas liang lahat yang dipasang dua batang kayu dan tali untuk menurunkan ke dalam lobang. Masing-masing petugas bertugas memegang tali dan menarik kayu penyangga.

Begitu hendak dimasukkan, tiba-tiba peti jenazah itu terjatuh sebelum waktunya diduga karena pemegang tali belum siap ketika kayu penyangga ditarik. Peti itu terbuka dan posisi jenazah di bawah dan kaki di atas.

Sontak hal itu membuat keluar menjadi emosi dan memaki petugas yang bertanggung jawab atas pemakaman tersebut.

Atas kejadian tersebut, Eka, anak almarhumah mengaku meminta pertanggungjawaban pihak terkait, terlebih atas pernyataan yang menyebutkan almarhumah orang tuanya terjangkit virus corona.

“Kalian yang di Rumah Sakit akan saya tuntut semua. Siapa yang bertanggungjawab yang menyebutkan ibu saya terkena corona, mana buktinya. Sejak 2015 ibu sudah mengalami penyakit diabetes,” kata Eka, Kamis 4 Juni 2020.

Sementara itu, atas kejadian ini Ketua Gugus Tugas (Kasatgas) Percepatan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 covid-19  Kabupaten  Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  Junaidi Anuar menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban.

Menurut Junaidi, petugas sudah dilatih untuk mempersiapkan proses pemakaman sesuai protokoler Covid-19.

Meski begitu, kejadian ini benar-benar di luar dugaan pihaknya.

“Murni kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan, itu di luar dugaan kami,” ungkap Junaidi, Jumat, 5 Juni 2020.

Atas nama Gugus Tugas, dirinya menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga atas insiden itu.

Baginya kejadian ini menjadi pelajaran bagi petugas agar tidak terulang kembali.

“Kami menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya, sekali lagi kami minta maaf,” kata dia.

 

BeritaTerkait

Discussion about this post