VIRAL! Youtuber Ferdian Paleka Prank Sembako Sampah, Statusnya Masih Menjadi Buron

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Seorang Youtubers bernama Ferdian Paleka menjadi viral di media sosial karena aksi pranknya terhadap waria atau transpuan. Dalam sebuah video yang diunggah di akun YouTube-nya, Ferdian Paleka dan dua temannya melakukan prank kepada waria di Bandung, Jawa Barat.

Dalam konten pranknya, ia bermodus membagikan sembako kepada waria. Bukannya sembako, Ferdian Paleka dan temannya justru memasukkan sampah dan batu ke dalam kardus mie instan. Ironisnya, Ferdian pun tidak menunjukkan rasa bersalah atau meminta maaf.

Baca Lainnya

Bahkan setelah meng-upload videonya dan menjadi perbincangan, Ferdinan masih melakukan candaan dalam permintaan maaf.

“Saya pribadi meminta maaf atas kelakuan saya dan itu… tapi bohong ya,” kata Ferdian Paleka sambil tertawa. Video tersebut dapat dilihat di sini.

Para korban prank Ferdian kemudian mendatangi Maporlestabes Bandung untuk melaporkan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukannya pada hari Minggu (3/5).

Hal ini membuat Ferdian Paleka dikenakan pasal 45 ayat 3 UU ITE yang mengatur soal perbuatan penghinaan. Hanya saja, pihak terlapor hingga saat ini masih belum menunjukkan batang hidungnya ke kepolisian.

“Kejadian itu masuknya wilayah Kiaracondong. Jadi tim kami dari Satreskrim Polrestabes Bandung dan Polsek Kiaracondong lakukan penyelidikan,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar, Galih Indragiri.

Sementara, rekan Ferdian yaitu Tubagus Fahddinar sudah menyerahkan diri ke kepolisian dengan didampingi oleh keluarganya pada hari Senin (4/5).

 

“Ya, satu orang tersebut menyerahkan diri. Dia datang diantar dengan keluarganya. Saat ini sedang diperiksa,” kata Galih.

Saat ini, kepolisian masih berusaha untuk mencari keberadaan Ferdian Paleka dan satu orang lainnya yang menjadi tersangka dan masih belum ada tanda-tanda akan menyerahkan diri.

Video prank yang dilakukan oleh Ferdinan Paleka kepada para transpuan dapat dilihat di sini.

Korban juga mengungkapakan akan menempuh jalur hukum agar menjadi efek jera dan tidak ada lagi oknum-oknum yang seperti ini.

Korban merasakan sakit hati dan terhina diperlakukan seperti ini.

“Dikasih sampah, berharap di kasih mie atau apa untuk buat esok makan. Saya sadar bahwa pemerintah tidak memberi. Tapi kalau tidak saya cari makan, dari siapa? Berharap banget tapi dihina seperti ini,” pungkasnya dengan mata berkaca-kaca. Video itu juga dapat dilihat di sini.

 

 

BeritaTerkait

Discussion about this post