Zona Merah Covid-19, Masjid di Bandar Lampung Mulai Tak Lakukan Tarawih Berjamaah

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Sejak Selasa, 28 April 2020, pukul 16.30 WIB, Bandar Lampung dinyatakan sebagai wilayah Zona Merah Covid-19.

Setelah pernyataan itu sejumlah masjid di Bandar Lampung tidak menggelar salat tarawih berjemaah lagi. Hal ini demi pencegahan Covid-19 di tengah masyarakat.

Baca Lainnya

Salah satunya adalah masjid Kelurahan Sepangjaya, Segala Mider, dan Perumnas Wayhalim. Seorang pengurus Masjid yang ada di Kelurahan Sepangjaya mengatakan, sebelumnya pada Kamis malam pertama ramadhan hingga Senin malam kelima, pihaknya masih membuka masjid dan mengadakan kegiatan tarawih.

“Sebelum ada peringatan zona merah ini memang kami selaku pengurus membuka sholat tarawih dengan jamaah yang dipastikan suhu tubuh normal dan memakai masker serta membawa sajadah sendiri,” ungkap Nurhasan, pengurus Masjid Taqwa Sepang Jaya. Seperti yang dikutip oleh lampungppost.

Menurut pengurus masjid tersebut, selama malam pertama hingga kelima jamaah hanya berjumlah 10 sehingga pengurus memutuskan untuk meneruskan kegiatan salat tarawih. Namun, dengan pernyataan zona merah yang tertanda pada Bandar Lampung, dengan sangat terpaksa kegiatan sholat tarawih berjamaah harus dihentikan.

Tak hanya di masjid Kelurahan Sepangjaya, masjid yang ada di jalan Pagaralam, kelurahan Segalamider pun demikian.

Pengurus masjid mengatakan setelah mendapat kabar mengenai Bandar Lampung memasuki peringatan zona merah Covid-19, pihaknya segera mengabarkan untuk sholat tarawih dan ibadah di rumah masing-masing.

“Setelah ada kabar tersebut, kami memutuskan untuk tidak menggelar salat tarawih di masjid, meskipun memang kami mematuhi protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan, cek suhu hingga gunakan masker. Namun nampaknya salat di rumah lebih aman untuk memutus mata rantai penyebaran covid,” ujarnya.

Meski dengan terpaksa dan berat hati untuk tidak melakukan ibadah sholat tarawih secara berjamaah di masjid seperti biasanya di saat bulan Ramadhan, masyarakat diharapkan untuk ikut mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19. Hal ini demi memutuskan mata rantai penyebaran hingga kegiatan akan kembali normal seperti sedia kala.

BeritaTerkait

Discussion about this post