Lidik.id, Jakarta – Setelah satu dekade dinyatakan hilang oleh orang tuanya, Fidya Kamalindah akhirnya muncul ke publik dan memberikan klarifikasi mengejutkan. Ia membantah tuduhan penculikan dan mengungkap alasan sebenarnya mengapa ia meninggalkan rumah pada 2015.
Pada 26 November 2015, Fidya yang saat itu berusia 21 tahun meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi ke warung internet guna mencetak dokumen. Namun, ia tak pernah kembali. Orang tuanya, Hindarto (59) dan Khodijah Dede Indriany (50), melaporkan kehilangan anak mereka, tetapi laporan itu tidak diterima polisi karena Fidya sudah dewasa.
Beberapa bulan kemudian, seorang pria yang diduga menculik Fidya menghubungi Hindarto dan meminta tebusan Rp 50 juta. Hindarto setuju dan datang bersama beberapa guru taekwondo anaknya. Pelaku pun diserahkan ke polisi, tetapi tak lama kemudian ia dibebaskan setelah menunjukkan buku nikah yang mencatat pernikahannya dengan Fidya di KUA Rawalumbu, Kota Bekasi.
Kasus tersebut akhirnya dihentikan oleh Polda Jabar.
Kini, setelah 10 tahun berlalu, Fidya (30) muncul dalam sebuah video di media sosial dan menegaskan bahwa dirinya tidak diculik. Ia mengaku pergi dari rumah atas keinginannya sendiri karena mengalami tekanan dan dugaan kekerasan selama menekuni dunia taekwondo.
“Saya baru berani keluar rumah di usia 21 tahun, setelah bertahun-tahun mendapat siksaan lahir batin. Saat itu saya punya tabungan dari jualan online, jadi saya memutuskan untuk pergi,” ungkap Fidya.
Setelah meninggalkan rumah, Fidya bertemu dengan pria yang kini menjadi suaminya. Ia menikah di Bekasi dengan wali hakim dan kini telah memiliki seorang anak.
Fidya juga menyoroti bahwa pada 2016, ketika kasusnya dilaporkan ke Polda Jabar, ia sudah mengandung empat bulan. Seiring waktu, pihak keluarga akhirnya menyadari bahwa ia memang pergi atas kemauannya sendiri.
Di akhir video klarifikasinya, Fidya meminta maaf jika kisahnya menjadi perbincangan di media sosial. Ia berharap bisa hidup damai bersama keluarganya dan orang tuanya dapat menerima kehidupannya saat ini.







Discussion about this post