LIDIK.ID , Jakarta – Banyak warga yang mengeluhkan harga PCR test masih termasuk mahal, terlebih pihak pemerintah akan segera memberlakukan kebijakan tersebut untuk ke seluruh moda transportasi. Menanggapi keluhan masyarakat, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta penurunan harga PCR tes hingga ke Rp 300 ribu. Selasa, (26/10).
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada konferensi pers virtual, Senin (25/10). Selain meminta penurunan harga, Jokowi juga mengusulkan penambahan masa berlaku PCR tes sebelum keberangkatan.
“Secara bertahap penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru (Natal dan Tahun Baru). Mengenai hal ini arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan berlaku selama 3×24 jam untuk perjalanan pesawat,” ujarnya.
Luhut juga menjelaskan penggunaan PCR tes bagi calon penumpang transportasi pesawat adalah untuk menyeimbangi relaksasi yang dilakukan pada aktivitas masyarakat, terutama di sektor pariwisata.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat 3T (Testing, Tracing dan Treatment) untuk mengantisipasi kelonjakan kasus baru.
“Sebagai perbandingan, selama periode Nataru tahun lalu, meskipun penerbangan ke Bali disyaratkan PCR, mobilitas tetap meningkat danpada akhirnya mendorong kenaikan kasus, walaupun tanpa varian delta,” jelasnya.
Mobilitas di Bali saat ini juga sudah sama dengan Nataru tahun lalu, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun. Sebab itu, kebijakan PCR tes ini diberlakukan untuk menghindari risiko penyebaran virus Covid-19, seiring dengan peningkatan mobilitas penduduk karena pelonggaran akitivitas dan PPKM, yang disertai dengan penerapan protokol kesehatan.
“Sekali lagi saya tegaskan, kita belajar dari banyak negara yang melakukan relaksasi aktivitas masyarakat dan protokol kesehatan, kemudian kasusnya meningkat pesat, meskipun tingkat vaksinasi mereka jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Contohnya seperti Inggris, Belanda, SIngapura dan beberapa negara Eropa lainnya,’ pungkasnya.







Discussion about this post