Lidik.id, GIANYAR — Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi penipuan oleh oknum pegawai tempat penukaran uang (money changer) di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, viral di media sosial. Dalam video tersebut, sejumlah wisatawan asing tampak meluapkan kemarahan karena merasa dirugikan saat menukar uang.
Peristiwa itu disebut terjadi di Jalan Raya Nyuh Kuning, Ubud. Berdasarkan keterangan dalam video, wisatawan asing awalnya melakukan transaksi penukaran uang seperti biasa. Namun, setelah penghitungan selesai, mereka menyadari jumlah uang yang diterima tidak sesuai dengan nilai yang seharusnya. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp950 ribu.
Dalam rekaman tersebut, wisatawan asing menduga sejumlah uang hasil penukaran sengaja dijatuhkan ke lantai oleh oknum pegawai sehingga tidak disadari saat transaksi berlangsung.
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah money changer di kawasan Ubud pada Jumat (30/1/2026). Saat sidak, petugas mendapati tempat usaha yang diduga muncul dalam video tersebut dalam kondisi tutup.
Petugas kemudian memeriksa beberapa money changer lain di sekitar lokasi untuk mengecek kelengkapan izin usaha, izin operasional, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gede Agung Semara Putra, mengatakan sidak dilakukan sebagai upaya pembinaan terhadap pelaku usaha jasa penukaran uang agar mematuhi aturan perizinan dan tidak melakukan praktik curang.
“Sesuai ketentuan, mereka wajib mengurus izin operasional dan persyaratan perizinan lainnya sebagaimana diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2025,” ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya tidak akan ragu menindak pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan. “Kami juga memberikan pembinaan agar tidak melakukan perbuatan yang mencoreng dunia pariwisata atau merugikan pihak lain, khususnya wisatawan. Apabila terbukti melanggar, kami tidak segan menutup,” katanya.
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polsek Ubud juga menyatakan tengah mendalami dan menyelidiki dugaan penipuan tersebut. Pihak berwenang mengimbau wisatawan agar berhati-hati saat menukar uang dan memilih money changer resmi yang memiliki izin lengkap.







Discussion about this post