Lidik.id, Jakarta — Indonesia akan menjadi salah satu lokasi uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) yang dikembangkan oleh Bill & Melinda Gates Foundation. Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto usai menerima kunjungan pendiri Microsoft, Bill Gates, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/5).
“Beliau sedang mengembangkan vaksin TBC untuk dunia, tetapi Indonesia akan menjadi salah satu tempat uji coba. Kita mengetahui bahwa TBC memakan korban yang cukup besar di negara kita, dengan angka kematian hampir 100.000 setiap tahunnya,” ujar Prabowo kepada awak media.
Menurut Bill Gates, Indonesia dipilih karena memiliki beban penyakit TBC yang tinggi serta infrastruktur kesehatan yang dinilai memadai untuk pelaksanaan uji klinis. Selain Indonesia, negara-negara seperti India dan beberapa negara Afrika juga akan berpartisipasi dalam studi skala besar ini.
Vaksin TBC M72/AS01E
Vaksin yang akan diuji bernama M72/AS01E, dikembangkan sejak awal 2000-an oleh perusahaan biofarmasi GlaxoSmithKline (GSK) dan kini dikembangkan lebih lanjut oleh Gates Medical Research Institute (Gates MRI). Vaksin ini mengandung protein fusi dari dua antigen Mycobacterium tuberculosis (MTB32A dan MTB39A), serta adjuvan AS01E, bahan tambahan yang digunakan untuk meningkatkan respons imun.
Sebelumnya, vaksin ini telah melalui uji klinis fase 2b di Afrika Selatan, Kenya, dan Zambia, melibatkan 3.573 orang dewasa HIV-negatif yang terinfeksi laten TBC. Hasilnya, vaksin M72/AS01E mampu mengurangi risiko berkembangnya TBC aktif sebesar 50 persen.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa bila vaksin ini lolos uji dan didistribusikan secara luas, dalam 25 tahun ke depan dapat menyelamatkan hingga 8,5 juta jiwa, mencegah 76 juta kasus TBC baru, dan menghemat hingga 41,5 miliar dolar AS.
Indonesia Bersiap untuk Fase 3
Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin M72/AS01E tengah berlangsung di Afrika Selatan dan akan diperluas ke enam negara lain, termasuk Indonesia, Vietnam, Zambia, Malawi, Mozambik, dan Kenya. Studi ini akan menjadi penentu akhir keberhasilan vaksin sebelum mendapatkan izin edar global.
GSK akan tetap berperan dalam memasok komponen adjuvan untuk uji coba serta mendukung proses pasca-lisensi jika vaksin dinyatakan aman dan efektif.
Dengan masuknya Indonesia sebagai lokasi uji coba, diharapkan upaya pengendalian TBC nasional bisa melangkah lebih cepat. Vaksin ini berpotensi menjadi terobosan besar, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi di dunia.







Discussion about this post