Lidik.id, Jakarta – Lulu Hypermarket, ritel besar asal Timur Tengah, tengah menjadi sorotan setelah kabar mengenai penutupan beberapa gerainya di Indonesia mulai mencuat ke publik. Indikasi ini semakin jelas dengan adanya cuci gudang besar-besaran yang menawarkan diskon hingga 80% di sejumlah lokasi.
Salah satu gerai yang paling mencolok adalah Lulu Hypermarket Cakung, Jakarta Timur. Suasana di lokasi tersebut terlihat sepi, dengan hanya sedikit kendaraan yang terparkir. Begitu memasuki toko, pengunjung langsung disambut dengan spanduk besar bertuliskan “Lulu Big Sale Diskon Hingga 80%”, menandakan adanya obral besar-besaran menjelang kemungkinan penutupan.
Kondisi di dalam gerai pun mencerminkan hal yang sama. Sebagian besar rak tampak kosong tanpa produk dan label harga. Area-area yang sebelumnya ramai, seperti bagian makanan segar dan minuman, kini sudah tidak aktif dan ditutup dengan rak kosong. Meski demikian, masih ada beberapa produk harian yang tersedia, seperti sabun mandi, sampo, sikat gigi, deterjen, dan pewangi pakaian. Barang-barang tersebut ditempatkan dalam satu lorong guna memudahkan pengunjung dalam memilih.
Tak hanya itu, beberapa perlengkapan rumah tangga seperti piring, gelas, tempat minum, alat tulis kantor, serta perlengkapan kebersihan juga masih dapat ditemukan dengan harga diskon besar. Produk pakaian dan dekorasi rumah menjadi kategori yang paling banyak tersisa dan ditawarkan dengan potongan harga menarik.
Meski kondisi di lapangan mengarah pada penutupan, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen pusat Lulu Hypermarket mengenai tanggal pasti penutupan seluruh gerainya di Indonesia. Salah seorang kasir di Lulu Cakung hanya menyebut bahwa toko sedang dalam proses tutup dan menjual barang seadanya, tanpa kepastian mengenai tanggal pasti penghentian operasional.
Situasi serupa juga terjadi di Lulu Hypermarket The Park Sawangan, Depok. Gerai ini bahkan disebut-sebut akan berhenti beroperasi pada 10 April 2025. Lebih dari seminggu terakhir, gerai tersebut telah menggelar cuci gudang, dengan rak-rak makanan beku, makanan segar, dan minuman ringan yang sudah hampir kosong, menyisakan produk pakaian dan kebutuhan rumah tangga.
Sementara masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk berburu diskon, kekhawatiran justru melanda para pegawai. Banyak dari mereka masih belum mendapatkan kepastian terkait status pekerjaan mereka setelah toko resmi ditutup. Hingga kini, sebagian besar kasir dan staf hanya diminta untuk tetap melayani pelanggan dan merapikan area toko sambil menunggu instruksi lebih lanjut dari manajemen pusat. Ketidakjelasan ini semakin menambah keresahan di tengah ketatnya persaingan sektor ritel, yang membuat banyak pekerja menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Hingga berita ini diturunkan, Lulu Hypermarket masih beroperasi di beberapa lokasi di Indonesia, namun nasib jangka panjangnya masih menjadi tanda tanya besar.







Discussion about this post