Lidik.id, Jakarta – Maia Estianty menjadi sorotan publik usai mengundang selebgram kontroversial Isa Zega ke podcast YouTube-nya. Sosok Isa Zega, yang dikenal sebagai transgender dengan nama asli Sahrul, kerap memicu perdebatan di masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Maia menanyakan secara langsung tentang identitas Isa, yang kemudian menjadi salah satu bagian kontroversial dari konten tersebut.
“Akta lahir kamu apa?” tanya Maia dalam podcast yang cuplikannya diunggah ke Instagram @maiaestiantyreal pada Senin (16/12/2024).
“Ya perempuan, Bunda, perempuan. Yakin, (KTP) perempuan, (paspor) perempuan, nanti dibuktiin boleh,” jawab Isa Zega sambil tersenyum.
Keputusan Maia untuk menghadirkan Isa di podcast-nya menuai banyak kritik dari netizen. Beberapa menganggap Maia telah melenceng dari citra podcast-nya yang selama ini dikenal membawa “positive vibes.”
“Kok bisa-bisanya Bunmay ngasih panggung ke dia,” tulis akun @evi***. “Bunda padahal sudah berkelas lho, channel-nya juga positive vibes… kenapa jadi begini… maaf saya kali ini skip nonton ya, Bund,” tambah @lona***.
Isa Zega, yang sempat menjadi kontroversi karena menjalankan ibadah umrah dengan mengenakan pakaian wanita, juga memberikan klarifikasi dalam podcast tersebut. Isa menjelaskan bahwa ia datang ke Tanah Suci sesuai dengan identitasnya yang tertera pada dokumen resmi.
“Nggak bisa (ikuti kemauan netizen), kalau di sana kita harus datang sesuai identitas kita,” kata Isa. “Kalau mami pakai baju laki-laki, landing pakai paspor perempuan, bukan hanya dipenjara, dipenggal. Karena sudah mencoba menistakan agama di negara tersebut.”
Meski mendapat banyak kritik, Isa tetap tenang dan menyampaikan bahwa identitasnya sebagai perempuan harus dihormati. “Saya perempuan, kalian harus menghargai saya sebagai jati diri saya. Jadi tidak perlu heboh mempermasalahkan kelamin saya,” tegasnya.
Di sisi lain, kritik keras juga datang dari anggota DPR Mufti Aimah Nurul Anam yang menyebut tindakan Isa Zega sebagai bentuk penistaan agama. “Hari ini banyak sekali mendapatkan DM berupa tautan media sosial. Setelah saya lihat, ada seseorang bernama ‘mami online’ alias Isa Zega, transgender, waria, yang awalnya laki-laki, melakukan umrah dengan menggunakan hijab syar’i,” ujarnya.
Mufti menyoroti pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menyatakan bahwa meski telah melakukan perubahan fisik, secara lahiriah Isa tetap seorang laki-laki. Ia menilai bahwa tindakan Isa tidak sesuai dengan ajaran agama. “Ini bagian dari penistaan agama,” tegasnya.
Isa sendiri mengaku nyaman menjalankan ibadah umrah, bahkan merasa pengalaman tersebut memberinya kedamaian. “Aku sudah menginjak kepala 4 lebih. Manusia itu dilihat dari usianya, kalau sudah menginjak usia 40, tidak ada perubahan, jadi udah susah nih,” ungkap Isa.
“Makanya aku mencoba mengubah dari segi ibadah itu. Aku memutuskan umrah itu, bawaan rajin salat bun. Di sana bawaannya enak, adem, nggak ada bawaan yang negatif, fokus. Aku ingin mengejar Lailatul Qadr.”







Discussion about this post