Lidik.id, Ponorogo, Jawa Timur – Nama Mbah Tarman, pria berusia 74 tahun asal Pacitan yang sempat viral karena memberikan mahar berupa cek bernilai Rp3 miliar yang diduga palsu kepada istrinya, Sheila Arika, kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, ia diduga terlibat dalam praktik penipuan berkedok bisnis jual beli cengkeh yang disebut akan disalurkan ke perusahaan rokok ternama, PT Djarum.
Kasus tersebut mencuat setelah aparat kepolisian menemukan lima orang dari berbagai daerah yang ditampung di rumah seorang warga bernama Fatoni, di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Para orang tersebut mengaku dijanjikan dapat ikut dalam bisnis pengiriman cengkeh melalui koneksi yang diklaim dimiliki Mbah Tarman.
“Memang benar di rumah itu ada lima orang yang ditampung oleh Mbah Tarman. Mereka dijanjikan bisa mencari cengkeh yang akan dikirim ke perusahaan rokok Djarum,” kata Paur Humas Polres Ponorogo, Iptu Yayun Sriwiningrum, Rabu (5/11/2025).
Video penggerebekan yang dilakukan Polsek Sukorejo kemudian beredar luas di media sosial. Salah satunya dibagikan akun Instagram @cat_warrior_indonesia, yang turut menyertakan dugaan praktik penggandaan uang terkait Mbah Tarman.
Dalam unggahan itu, akun tersebut mengaku membantu mencari salah satu orang asal Lamongan yang sempat dikabarkan hilang. “Ternyata CEO Tarman bukan hanya lihai dalam cek palsu, tapi juga dugaan penggandaan uang. Korbannya dari beberapa daerah,” tulis akun tersebut.
Akun itu juga menyebut bahwa saat proses evakuasi berlangsung, Mbah Tarman tidak berada di lokasi dengan alasan sedang “mencairkan uang cengkeh dari PT Djarum” bersama istri dan seorang rekannya. Hingga kini klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang maupun perusahaan terkait.
Pihak Polres Ponorogo menyampaikan, hingga saat ini belum ditemukan unsur pidana dalam dugaan kasus tersebut. Hal itu karena para korban belum mengalami kerugian materiil secara langsung.
“Lima orang itu berasal dari Ponorogo, Trenggalek, Wonogiri, dan Lamongan. Karena belum ada unsur pidana, kami hanya memberikan edukasi agar berhati-hati,” ujar Iptu Yayun.
Sementara itu, unggahan di media sosial juga menyoroti peran Sheila Arika, istri Mbah Tarman. Sheila yang sebelumnya disebut sebagai korban dalam kasus cek bernilai miliaran rupiah itu kini diduga ikut terlibat dalam kegiatan yang dilakukan suaminya. Namun, belum ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan.
Di sisi lain, muncul komentar dari akun Instagram yang diduga milik Kapolres Pacitan, @ayub_diponerogo, yang menyinggung ketidakhadiran Mbah Tarman dalam pemeriksaan terkait kasus cek palsu sebelumnya.
“Dipanggil penyidik kami hari Jumat lalu dan ditunda lagi Rabu lalu tidak bisa hadir karena alasan sakit. Apa ada hubungannya dengan ini?” tulis komentar tersebut.
Satreskrim Polres Pacitan diketahui masih menangani perkara cek bernilai Rp3 miliar tersebut. Mbah Tarman tercatat tiga kali mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, Mbah Tarman maupun pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi.







Discussion about this post