LIDIK.ID, Jakarta — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan tahapan kerja yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala dalam upaya menormalisasi saluran air pascabencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Aceh. Senin, (05/01/2026).
Penjelasan tersebut disampaikan Sjafrie dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (5/1/2026), usai rapat koordinasi Satgas Kuala bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Aceh Tamiang, kemarin, Minggu (4/1/2026).
“Tahapan kerja ini harus dilakukan secara rinci dan maksimal agar proses pengerukan saluran air dari lumpur bekas bencana banjir dan longsor bisa dilakukan secara efektif,” kata Sjafrie.
Menurut Menhan, tahapan pertama yang dilakukan Satgas Kuala adalah peninjauan langsung lokasi sungai yang akan dinormalisasi. Peninjauan tersebut bertujuan menentukan batas muara sungai, jenis alat berat yang akan digunakan, serta metode pengerjaan yang paling sesuai dengan kondisi lapangan.
Pada tahap berikutnya, Satgas Kuala membentuk dua gugus tugas, yakni Gugus Tugas Pendalaman Kuala Sungai Tamiang dan Gugus Tugas Normalisasi Kuala, guna mempercepat dan memaksimalkan proses pekerjaan.
Tahap ketiga, TNI mulai mengirimkan alat berat melalui jalur laut menuju muara Sungai Tamiang sebagai titik kumpul utama. Pergeseran alat berat ini dijadwalkan berlangsung pada pekan kedua Januari 2026.
Setelah seluruh peralatan tiba, Satgas Kuala yang terdiri dari sekitar 200 personel dijadwalkan mulai bekerja secara penuh pada awal Februari 2026.
Selain melakukan pengerukan dan pembersihan sungai serta saluran air, Satgas Kuala juga akan mengerahkan mesin penjernih air untuk mengolah air keruh menjadi air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh warga, khususnya pengungsi yang masih berada di lokasi terdampak bencana.
“Kendali Satgas Kuala dilaksanakan dari Kapal Markas Kementerian Pertahanan yang dikawal oleh KRI, dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah, kabupaten, dan instansi terkait,” ujar Sjafrie.
Satgas Kuala yang dikomandoi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita ini akan terus menyusun perencanaan kerja secara detail untuk masing-masing gugus tugas.
Menhan berharap, melalui kehadiran Satgas Kuala, saluran air yang sebelumnya rusak akibat bencana di Aceh Tamiang dapat kembali berfungsi normal dan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.***
(TRS).







Discussion about this post