Lidik.id, Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan perombakan besar-besaran di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) guna menekan kebocoran penerimaan negara. Langkah tersebut disebut sebagai upaya serius pemerintah memperbaiki tata kelola penerimaan negara.
Purbaya mengatakan, rencana perombakan sebenarnya ingin dilakukan sejak tahun lalu. Namun, saat itu ia baru bergabung dalam pemerintahan pada September sehingga belum memungkinkan melakukan perubahan besar.
“Perombakan di akhir tahun juga berisiko mengganggu kinerja kementerian, terutama saat pemerintah sedang fokus menggenjot penerimaan pajak,” ujar Purbaya saat ditemui di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menegaskan pembenahan di DJBC dan DJP akan dilakukan secara menyeluruh.
“Saya sedang memperbaiki Bea Cukai dan Pajak. Ini serius, besok diobrak-abrik tuh salah satu. Itu harusnya akan memperbaiki cara kerja Pajak dan Bea Cukai dan harusnya yang bocor-bocor itu tidak akan terjadi lagi ke depan,” katanya.
Dalam waktu dekat, Purbaya menyebut akan mengganti sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, khususnya di lima pelabuhan besar. “Yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja. Untuk pesan bahwa kita serius tahun ini. Jadi pejabat di lima pelabuhan besar akan diganti semua,” tegasnya.
Terkait pengganti pejabat tersebut, Purbaya mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan pegawai internal.
“Ada yang saya tukar. Kalau dari luar biasanya tidak tahu operasi Bea Cukai, akan lebih lama. Tapi yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja,” ujarnya.
Purbaya juga menyebut pembenahan DJBC dan DJP sebagai langkah krusial. Ia mengungkapkan bahwa Presiden memberikan peringatan keras terkait kinerja Bea Cukai. Bahkan, menurut Purbaya, peran DJBC bisa digantikan oleh perusahaan inspeksi internasional Societe Generale de Surveillance (SGS) jika tidak ada perbaikan signifikan.
“Karena Pak Presiden bilang, kalau Bea Cukainya tidak betul tahun ini, mungkin akhir tahun diganti dengan SGS,” katanya.
Ia menambahkan, target penerimaan pajak tahun ini menjadi ujian bagi kementeriannya.
“Kalau tahun lalu pengumpulannya tidak tercapai, saya bisa bilang saya menteri baru. Tahun ini saya tidak bisa bilang begitu. Kalau tidak beres, pasti saya yang disikat duluan. Tapi sebelum saya disikat, saya sikat Dirjen Pajaknya sama Dirjen Bea Cukainya duluan,” ujar Purbaya.







Discussion about this post