Rabu, 7 Januari 2026
LIDIKID
No Result
View All Result
  • Home
  • ePapernew
  • Trending
  • Lampung
  • Sumsel
  • Viral
  • Home
  • ePapernew
  • Trending
  • Lampung
  • Sumsel
  • Viral
No Result
View All Result
LIDIK ID
  • Home
  • ePaper
  • Trending
  • Lampung
  • Sumsel
  • Viral
Beranda Edukasi

Mulai Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Jawa Barat Masuk Pukul 06.30 WIB

4 Juni 2025
Mulai Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Jawa Barat Masuk Pukul 06.30 WIB

Foto: Logic

275
Dilihat
FacebookTwitterWhatsapp

Lidik.id, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi menetapkan bahwa seluruh sekolah di Provinsi Jawa Barat akan memulai kegiatan belajar mengajar pukul 06.30 WIB, efektif mulai tahun ajaran 2025–2026. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Dedi melalui sebuah video pernyataan yang dirilis Rabu pagi (4/6/2025), menjelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya di Gedung Pakuan, Bandung.

“Sekali lagi, sekolah di Jawa Barat dimulai pukul 06.30,” tegas Dedi dalam video yang diunggah melalui akun media sosial resminya.

Baca Lainnya

Roblox Dinilai Berbahaya untuk Anak, Pemerintah Pertimbangkan Pemblokiran

AMKI dan GKR Pakoe Boewono Bahas Peran Media Lestarikan Budaya Jawa

Menanggapi rumor yang menyebutkan sekolah akan dimulai pukul 06.00 WIB, Dedi memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar. “Kata siapa pukul 06.00? Dalam Surat Edaran juga disebutkan sekolah masuk pukul 06.30,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon. Ia pun membagikan salinan Surat Edaran Nomor: 58/PK.03/DISDIK sebagai bukti resmi.

Surat Edaran tersebut mengatur bahwa jam efektif pembelajaran berlangsung dari Senin hingga Kamis mulai pukul 06.30 WIB dengan durasi 195 menit per hari. Sementara itu, pada hari Jumat, pembelajaran tetap dimulai pukul yang sama namun hanya berlangsung selama 120 menit.

Reformasi Pendidikan Jawa Barat

Kebijakan jam masuk pagi ini merupakan bagian dari reformasi besar-besaran dalam sistem pendidikan Jawa Barat yang diusung oleh Dedi. Salah satu terobosan lain yang direncanakan adalah penghapusan pekerjaan rumah (PR) bagi siswa.

“Seluruh pekerjaan sekolah dikerjakan di sekolah. Tugas-tugas tidak dibawa menjadi beban di rumah,” jelasnya. Menurut Dedi, waktu di rumah seharusnya difokuskan pada kegiatan yang mendukung keseimbangan fisik dan mental anak, seperti beristirahat, membaca buku, berolahraga, serta membantu orang tua dalam pekerjaan rumah tangga.

Ia juga mendorong siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat, seperti les musik, bahasa Inggris, matematika, dan fisika. Langkah ini, katanya, merupakan bagian dari upaya mencetak generasi “panca waluya” – yaitu anak-anak yang cager (sehat), bager (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil).

“Ini adalah arah membangun anak-anak Jawa Barat yang memiliki visi dan orientasi yang kokoh untuk menyambut masa depannya,” ujar Dedi.

Respons Publik

Gubernur Dedi menyadari bahwa kebijakan ini akan menimbulkan perdebatan di masyarakat. Namun ia menekankan pentingnya fokus pada tujuan utama dari reformasi ini.

“Bagi saya, pro dan kontra adalah hal yang biasa dalam berdemokrasi. Tetapi yang terpenting adalah tujuan utama kita: mewujudkan anak-anak Jawa Barat yang cager, bager, bener, pinter, dan singer,” tutupnya.

Tags: Dedi MulyadiJam Masuk Sekolah di Jawa Barat
Post sebelumnya

Hu Hetao Akui Gugup Jelang Laga Hidup-Mati Lawan Timnas Indonesia di GBK

Post selanjutnya

Menjelang Idul Adha, Deretan Artis Tanah Air Ramaikan Tradisi Kurban dengan Cara Unik

BeritaTerkait

Roblox Dinilai Berbahaya untuk Anak, Pemerintah Pertimbangkan Pemblokiran

Roblox Dinilai Berbahaya untuk Anak, Pemerintah Pertimbangkan Pemblokiran

7 Agustus 2025
286
AMKI dan GKR Pakoe Boewono Bahas Peran Media Lestarikan Budaya Jawa

AMKI dan GKR Pakoe Boewono Bahas Peran Media Lestarikan Budaya Jawa

11 Juli 2025
260
Sekolah Rakyat Siap Diluncurkan Juli 2025, Sasar Anak Miskin Ekstrem dengan Sistem Asrama Gratis

Sekolah Rakyat Siap Diluncurkan Juli 2025, Sasar Anak Miskin Ekstrem dengan Sistem Asrama Gratis

1 Juli 2025
224
Martabat Seat 11A Setelah Kecelakaan Pesawat di India: Dulu Buangan, Sekarang Keberuntungan

Martabat Seat 11A Setelah Kecelakaan Pesawat di India: Dulu Buangan, Sekarang Keberuntungan

29 Juni 2025
198

Discussion about this post

ADVERTISEMENT

Terpopuler

  • Mediasi Gugatan Nikita Mirzani vs Reza Gladys Gagal

    Mediasi Gugatan Nikita Mirzani vs Reza Gladys Gagal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Sopir Truk Diamuk Massa Usai Diduga Melecehkan Mahasiswi Penumpang saat Banjir Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Eks Pejabat Divisi EPC PT PP Didakwa Rugikan Negara Rp46,8 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rachel Cia Akui Jalin Hubungan dengan Dikta Selama Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Remaja 13 Tahun di Pandeglang yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Ditemukan Selamat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

REGIONAL
LIDIK LAMPUNG LIDIK SUMSEL
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy

© 2019 - 2025 | PT Lidik Media Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
    • LIDIK LAMPUNG
  • Lampung
  • Viral

© 2019 - 2025 | PT Lidik Media Indonesia