LIDIK.ID, Penajam Paser Utara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) muda menjadi motor utama dalam proses pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke IKN yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Rabu, (07/01/2026).
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan birokrasi dan transformasi kelembagaan menuju pusat pemerintahan baru Indonesia.
“ASN muda menjadi fokus pemindahan ibu kota ke IKN. Generasi muda harus menjadi motor penggerak perubahan,” ujar Basuki.
Menurut Basuki, pembangunan IKN tidak semata-mata soal menghadirkan gedung pemerintahan baru, melainkan membangun ekosistem pemerintahan dan kehidupan kota yang benar-benar baru bagi Indonesia.
IKN juga dinilai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitarnya, sehingga penguatan kesiapan dan kesatuan langkah ASN Otorita IKN menjadi sangat penting dalam mengawal transformasi kelembagaan menuju pusat pemerintahan pada 2028.
“ASN muda menjadi motor perubahan untuk menjadikan kawasan IKN sebagai ekosistem pemerintahan dan ekonomi, termasuk bagi masyarakat lokal sekitar,” jelasnya.
Otorita IKN, lanjut Basuki, terus menyatukan langkah dan komitmen seluruh pegawai dalam mengawal pembangunan ibu kota yang berkelanjutan, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“ASN yang bertugas di IKN diharapkan tidak hanya mengelola sistem, tetapi ikut membentuk wajah ibu kota baru Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, ASN dari kalangan generasi milenial dan Gen Z menjadi prioritas dalam pemindahan ke IKN karena dinilai lebih adaptif terhadap teknologi serta sistem kerja digital.
Kelompok ini diharapkan menjadi motor penggerak birokrasi yang lebih ramping, cepat, dan transparan.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 1.100 pegawai telah bertugas di Otorita IKN. Pemerintah pusat menargetkan pada 2028 seluruh fungsi pemerintahan pusat telah beroperasi penuh di IKN.
Basuki menegaskan, kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama agar pemindahan ibu kota tidak hanya berjalan secara fisik, tetapi juga mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern dan efektif.***
(TRS).







Discussion about this post