LIDIK.ID, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Desa Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (07/01/2026).
Kegiatan tersebut menandai capaian penting sektor pangan nasional, yakni cadangan beras Indonesia yang dikelola Perum Bulog telah menembus angka 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Berdasarkan siaran Sekretariat Presiden yang diikuti secara daring dari Jakarta, Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.15 WIB menggunakan kendaraan kepresidenan MV3 Garuda Limousine.
Kehadiran Presiden disambut antusias warga setempat. Sejumlah kepala keluarga dan ibu rumah tangga tampak berkerumun di sepanjang jalur menuju lokasi acara.
Warga menyambut dengan suka cita, mengabadikan momen menggunakan ponsel, bahkan sebagian di antaranya berebut bersalaman dengan Presiden Prabowo yang muncul dari balik atap kendaraan kepresidenan.
Setibanya di lokasi panen raya, Presiden Prabowo meninjau berbagai produk hasil inovasi hilirisasi pertanian, perkebunan, dan peternakan yang dipamerkan di area kegiatan.
Didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Presiden melihat langsung produk santan kelapa, mencicipi hasil perkebunan buah, susu, hingga seduhan kopi.
Selain itu, Presiden juga meninjau pemanfaatan teknologi pertanian modern, seperti pesawat nirawak (drone) pertanian, alat bajak sawah modern, serta mesin penggiling padi canggih yang telah disiapkan untuk beroperasi di areal persawahan skala luas.
Agenda panen raya tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Sementara dari jajaran pemerintah pusat dan tokoh nasional, tampak hadir Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa, PDT Yandri Susanto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, hingga Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini telah mencapai lebih dari 3 juta ton, melampaui rekor tertinggi pada era Presiden Soeharto.
Menurut Presiden, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah dan menjadi fondasi kuat untuk mempercepat target swasembada pangan nasional, yang ditargetkan tercapai dalam empat tahun, bahkan berpotensi terwujud pada tahun pertama pemerintahan.
Di tengah dinamika konflik dan ketidakpastian geopolitik global, Presiden menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat utama kemerdekaan bangsa.
Tak hanya beras, Presiden juga menargetkan swasembada pada berbagai komoditas pangan lain, termasuk sumber karbohidrat dan protein, sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.***
(TRS).







Discussion about this post