LIDIK.ID,Jakarta — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik sejumlah pejabat negara, termasuk duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP), kepala badan, serta beberapa posisi strategis lain di kementerian dan lembaga negara. Upacara pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, kemarin, Rabu (8/10) sore, sekitar pukul 15.00 WIB. kamis,(09/10/2025).
Pelantikan tersebut akan diawali dengan gladi bersih dan dihadiri para pejabat tinggi negara, termasuk menteri-menteri Kabinet Merah Putih.
Salah satu nama yang turut dilantik ialah Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk. Ia disebut akan menduduki jabatan baru dalam komite eksekutif percepatan pembangunan Papua.
Ribka Haluk menyampaikan bahwa dirinya akan mengemban tugas sebagai Kepala Badan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, namun ia menegaskan bahwa penetapan resmi jabatannya masih menunggu keputusan Presiden.
“Bukan, kepala badan. Komite eksekutif percepatan pembangunan Papua. Tapi saya tidak mendahului ya, SK belum ada. Nomenklaturnya nanti setelah Bapak Presiden membacakan baru bisa kita tahu,” kata Ribka.
Ribka mengaku baru menerima pemberitahuan resmi terkait pelantikan tersebut pada Selasa (7/10) sore dari Sekretaris Kabinet. “Kita sama-sama menunggu siapa saja dan tugas seperti apa yang akan diberikan Bapak Presiden,” ujarnya.
Selain Ribka, pelantikan juga mencakup posisi penting lainnya. Andi Rachmianto dijadwalkan akan dilantik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia (Brussel).
“Kira-kira apa? Dubes Belgia ya? Itu sudah pada tahu ya,” ucap Andi.
Sementara itu, Anggito Abimanyu, yang sebelumnya telah disetujui Komisi XI DPR RI sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), juga hadir di Istana dengan mengenakan setelan jas dan dasi biru muda.
“Iya, insyaallah (dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS),” ujar Anggito singkat.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih, Mathias Fakhiri dan Aryoko Rumaropen, dalam upacara yang sama.
Pelantikan ini menjadi salah satu agenda penting di awal masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menandai langkah konsolidasi kepemimpinan dan percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis, termasuk Papua.***
(TRS).







Discussion about this post