Lidik.id, Sukabumi – Sebuah aksi mulia dari Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyita perhatian publik dan menuai pujian luas di media sosial. Demi membantu seorang warganya yang tengah membutuhkan perawatan medis namun terkendala biaya, sang kepala desa rela menjaminkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil pribadinya ke pihak rumah sakit.
Adalah Heri Suryana, yang akrab disapa Jaro Midun, sosok di balik tindakan penuh empati tersebut. Dalam sebuah video yang viral di medsos X pada Selasa (27/5/2025), Jaro Midun tampak mendatangi langsung administrasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu tanpa mengenakan atribut resmi sebagai kepala desa. Ia datang dengan pakaian biasa, membawa satu tujuan: memastikan warganya yang tidak memiliki BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetap mendapatkan pengobatan.
“Ini warga saya, saya kepala desanya. Karena itu tidak mampu, belum punya uang, jadi saya jaminkan STNK saya,” ujar Jaro Midun dalam video yang dibagikan akun @neVerAl0nely.
Tak hanya itu, ia juga menyerahkan nomor telepon pribadinya kepada pihak rumah sakit sebagai jaminan tambahan jika diperlukan penagihan biaya pengobatan. Ia berjanji akan membayar semampunya, asalkan warganya mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Tindakan Jaro Midun langsung memantik respons positif dari masyarakat. Banyak warganet memuji keberaniannya dan menganggapnya sebagai contoh nyata pemimpin yang hadir untuk rakyat. Di tengah banyaknya berita negatif tentang kepala desa yang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi, aksi Jaro Midun seolah menjadi oase—membuktikan bahwa masih ada pemimpin yang tulus mengabdi.
“Pemimpin seperti ini yang patut dicontoh. Bukan cuma duduk di belakang meja, tapi benar-benar hadir saat rakyat butuh,” tulis seorang pengguna X dalam kolom komentar.
Aksi heroik Jaro Midun menjadi pengingat bahwa jabatan adalah amanah, dan kepemimpinan yang baik adalah yang mampu mendahulukan kepentingan rakyat, bahkan jika itu harus mengorbankan milik pribadi.







Discussion about this post