Lidik.id, Jakarta – Pemecatan Shin Tae Yong sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia terus menuai perhatian publik. Dalam podcast Deddy Corbuzier yang tayang pada Rabu, 22 Januari 2025, Kim Jong Jin, asisten dan performance analyst Shin Tae Yong, mengungkap fakta mengejutkan bahwa keputusan pemecatan itu disampaikan hanya 2,5 jam sebelum diumumkan ke publik.
“Manajer tim datang ke apartemen kami membawa surat pemberhentian hanya dua setengah jam sebelum konferensi pers,” ujar Kim Jong Jin.
Ia menjelaskan bahwa surat itu meminta Shin Tae Yong untuk segera menandatanganinya. Namun hingga saat ini, Shin Tae Yong belum menandatangani surat tersebut.
Kim menambahkan, “Saya pikir dia belum menandatanganinya bukan karena ingin kembali ke pekerjaannya, tapi karena ingin melakukan negosiasi.”
Surat pemecatan itu tidak hanya berlaku untuk Shin Tae Yong, tetapi juga mencakup seluruh staf pelatihnya, termasuk Kim Jong Jin. “Semuanya terjadi di hari yang sama. Ini sangat mendadak,” lanjutnya.
Pemecatan Shin Tae Yong diumumkan dengan alasan masalah komunikasi dan dinamika internal tim. Namun, Kim Jong Jin merasa alasan tersebut tidak jelas.
“Kami tidak tahu mengapa Coach Shin dipecat. Mereka mengatakan karena masalah komunikasi, tetapi kami sendiri tidak tahu alasan sebenarnya,” ujarnya.
Kim juga membantah isu-isu yang menyebutkan bahwa Shin Tae Yong tidak berkomunikasi dengan baik atau bersikap otoriter. “Coach Shin sangat terbuka terhadap pemain. Dia adalah pendengar yang baik,” tegas Kim.
Salah satu kontroversi yang mencuat adalah tuduhan dari seorang pemain tentang sikap Shin Tae Yong yang dianggap “menutup pintu diskusi”.
Namun, Kim menyebut hal itu tidak benar. “Coach Shin selalu memberikan ruang bagi pemain untuk berbicara dan mengemukakan ide mereka,” katanya.
Kim juga menyinggung pesan dari Marc Klok kepada pemain yang menuduh Shin Tae Yong. “Marc mengirim pesan kepadanya: ‘Brother, sudah cukup. Anda terus mengatakan kebohongan. Apapun yang Anda katakan tidak baik.’,” ungkapnya.
Kim Jong Jin mengaku situasi ini membuat mereka merasa seperti dipaksa meninggalkan Indonesia. “Ini sesuatu yang rasanya seperti kami dipaksa untuk pergi secepatnya,” ucapnya.
Namun, meski menghadapi situasi sulit, Kim memastikan bahwa Shin Tae Yong tetap menghormati PSSI. “Segala yang kami raih tidak terlepas dari dukungan Ketua PSSI Erick Thohir. Coach Shin hanya mengatakan hal baik tentang PSSI,” tuturnya.
Hingga kini, ketidakpastian masih menyelimuti kasus ini. Fakta bahwa Shin Tae Yong belum menandatangani surat pemecatan menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan adanya negosiasi lebih lanjut atau langkah hukum.
Wawancara Kim Jong Jin ini menyoroti betapa mendadaknya keputusan pemecatan tersebut, serta membuka sisi lain dari perjuangan Shin Tae Yong yang telah membawa perubahan besar dalam sepak bola Indonesia.
Publik pun kini menanti kelanjutan dari kisah ini, sambil terus mempertanyakan alasan sebenarnya di balik keputusan tersebut.







Discussion about this post