LIDIK.ID, Jakarta – Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam TNI Angkatan Darat melalui Posko Terpadu Kodim 0211/Tapanuli Tengah mengerahkan empat unit alat berat ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu, (14/01/2026).
Pengerahan alat berat tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pembersihan material longsoran berupa tanah dan bebatuan yang menutup akses jalan sejak bencana yang terjadi pada November 2025 lalu.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya TNI AD membantu pemulihan infrastruktur serta memperlancar kembali mobilitas masyarakat.
“Kami mengerahkan alat berat guna mempercepat upaya pemulihan infrastruktur dan akses masyarakat,” ujar Donny.
Ia menjelaskan, empat unit alat berat tersebut diberangkatkan dari GOR Pandan pada pagi hari dengan pengawalan personel Unit Intel Kodim 0211/Tapanuli Tengah untuk memastikan proses pengiriman berjalan aman dan lancar.
Adapun alat berat yang dikerahkan terdiri atas dua unit buldoser dan dua unit ekskavator yang diangkut menggunakan kendaraan truk.
Setibanya di lokasi, dua unit buldoser langsung dioperasikan untuk membuka dan membersihkan badan jalan yang tertutup lumpur tebal akibat longsor. Sementara itu, satu unit ekskavator digunakan untuk melakukan normalisasi aliran sungai guna mencegah potensi banjir susulan.
Satu unit ekskavator lainnya difokuskan untuk mendukung pembangunan Jembatan Aramco di Desa Sigiring-giring, yang menjadi salah satu akses vital bagi aktivitas warga setempat.
Donny memastikan, seluruh alat berat tersebut akan tetap berada di lokasi hingga proses pembersihan dan pemulihan infrastruktur selesai dilakukan.
“TNI akan terus hadir dan bersinergi dengan instansi terkait agar akses masyarakat kembali normal dan kegiatan warga dapat segera pulih,” ujarnya.
Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana serta membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.***
(TRS).







Discussion about this post