LIDIK.ID, Jakarta — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) telah menyalurkan bantuan logistik sebanyak 900 ton untuk korban bencana alam di wilayah Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera. Bantuan tersebut dikirim dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sejak masa awal bencana pada November 2025. Senin, (05/01/2026).
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan akses menuju wilayah terdampak.
“Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap sejak akhir November hingga saat ini untuk masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata I Nyoman.
Menurut dia, bantuan logistik tersebut disalurkan melalui sejumlah pangkalan udara dan bandara, di antaranya Lanud Soewondo Medan, Lanud Sutan Sjahrir Padang, Bandara Sibolga, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Bandara Lhokseumawe, serta Bandara Rembele.
Dari titik-titik tersebut, bantuan kemudian didistribusikan ke lokasi bencana melalui jalur darat maupun udara, termasuk menggunakan helikopter.
I Nyoman menjelaskan, penggunaan helikopter menjadi opsi utama karena masih terdapat sejumlah jalur darat yang terputus akibat banjir dan tanah longsor.
“Pengiriman menggunakan helikopter kerap menjadi pilihan utama karena beberapa jalur darat menuju lokasi bencana masih terputus,” ujarnya.
Untuk mendukung penyaluran logistik, TNI AU mengerahkan helikopter EC-725/H225M dan AS 332 Super Puma. Selain itu, sejumlah pesawat angkut juga dikerahkan untuk pengiriman langsung ke wilayah terdampak melalui metode airdrop maupun helibox.
Pesawat yang digunakan antara lain A-400M, C-130J Super Hercules, CN-295, dan C-212.
I Nyoman menegaskan, pengerahan alat utama sistem senjata (alutsista) udara akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu proses pemulihan wilayah pascabencana di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.***
(TRS).







Discussion about this post