LIDIK.ID, Surabaya — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut pondok pesantren (ponpes) sebagai mercusuar ilmu dan moralitas bangsa, yang selama berabad-abad telah berperan penting dalam membangun peradaban Indonesia dari berbagai aspek kehidupan. Minggu, (26/10/2025).
Pernyataan itu disampaikan Emil saat menghadiri Puncak Peringatan 200 Tahun Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, pada kemarin, Sabtu (25/10) malam.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan, usia dua abad merupakan capaian luar biasa bagi lembaga pendidikan yang tetap kokoh dan relevan di tengah perubahan zaman.
“Alhamdulillah, suatu kehormatan menjadi bagian dari puncak peringatan hari lahir ke-200 Tahun Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang,” ujar Emil.
Ia menegaskan, Ponpes Tambakberas telah membuktikan diri sebagai lembaga yang terus tumbuh dan beradaptasi tanpa kehilangan nilai dasarnya.
“Tetapi, Ponpes Tambakberas telah membuktikan bahwa dengan semakin bertambah tahun, menjadi semakin kokoh dan mengakar,” katanya.
Menurut Emil, pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga penopang utama pembangunan bangsa dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, dan moral.
“Ini adalah mercusuar ilmu dan moralitas sejak dua abad lalu, sejak 1825. Kalau Indonesia ingin berdiri kokoh, mari kita pastikan Pondok Pesantren menjadi tiang penyangga kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Ia menambahkan, sistem pendidikan di pesantren mengintegrasikan pendidikan spiritual dan pengetahuan umum, membentuk santri dengan karakter luhur, tangguh, dan berjiwa patriotik.
“Kita akan menyongsong datangnya 10 November. Mungkin tidak ada 10 November kalau tidak ada cerita resolusi jihad, karena banyak yang gugur di medan pertempuran pada 10 November adalah santri-santri patriot yang luar biasa,” ungkap Emil.
Emil berharap, memasuki usia abad ketiga, Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas semakin berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa.
“Memasuki usia abad yang ketiga, semoga menjadi abad yang lebih istimewa bagi Jawa Timur, Indonesia, dan dunia,” tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, turut memberikan apresiasi atas kiprah panjang Ponpes Bahrul Ulum dalam melahirkan para ulama dan tokoh bangsa.
“Dua abad Ponpes Bahrul Ulum menjadi pabrik kiai. Sudah berapa kiai yang dihasilkan, itu suatu investasi luar biasa. Kalau tidak ada pondok, tidak ada kiai. Kalau pondok ini sampai hancur, berarti pabrik kiai berhenti,” ujar Ma’ruf Amin.
Ma’ruf menegaskan bahwa ulama merupakan pewaris para nabi (waratsatul anbiya) yang memiliki perjanjian kuat dalam menjalankan dakwah.
“Tugas para ulama adalah menjaga perjanjian dengan Allah dan meneruskan dakwah ilallah,” ucapnya.
Perayaan dua abad Ponpes Bahrul Ulum menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia — menegaskan kembali peran pesantren sebagai benteng moral, ilmu, dan kebangsaan.***
(TRS).







Discussion about this post