LIDIK.ID, Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat progres pemulihan infrastruktur telekomunikasi TelkomGroup di Provinsi Aceh telah mencapai 95 persen. Saat ini, upaya pemulihan lanjutan difokuskan pada wilayah Blangkejeren dan Takengon, yang termasuk kawasan terdampak cukup berat. Jum’at, (02/01/2026).
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa sejak awal terjadinya bencana, TelkomGroup menempatkan pemulihan layanan telekomunikasi sebagai prioritas utama agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi penting.
“Sejak awal terjadi bencana, TelkomGroup memprioritaskan pemulihan layanan telekomunikasi agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi,” kata Dian.
Dian menjelaskan, hingga saat ini TelkomGroup telah berhasil memulihkan minimal satu site yang beroperasi di setiap kecamatan. Dengan capaian tersebut, seluruh 289 kecamatan di Aceh dinyatakan telah kembali on air.
Sementara itu, untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, layanan telekomunikasi TelkomGroup dilaporkan telah kembali beroperasi normal seperti sediakala.
Keberhasilan pemulihan ini didukung oleh pengerahan infrastruktur jaringan dalam skala besar, meliputi 18 site satelit, 57 adaptor daya BTS (rectifier system), 768 unit genset standby dan mobile, serta 776 paket baterai, guna memastikan keberlangsungan layanan di wilayah terdampak.
Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, TelkomGroup juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana. Salah satunya melalui kolaborasi menghadirkan ruang aman bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya trauma healing, khususnya di wilayah Aceh Tamiang.
Dukungan lainnya mencakup penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, serta bantuan paket logistik di sejumlah titik pengungsian.
Secara keseluruhan, hingga Kamis (1/1) TelkomGroup telah menyalurkan bantuan senilai Rp122,6 miliar bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatera.
Bantuan tersebut mencakup dukungan konektivitas, layanan kesehatan, dapur umum, paket logistik di lokasi pengungsian, hingga layanan dan kompensasi bagi pelanggan TelkomGroup selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
“Melalui percepatan pemulihan infrastruktur, dukungan jaringan satelit, penyediaan posko internet gratis, dan tambahan personel, kami juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan serta memberikan keringanan dan kompensasi bagi pelanggan TelkomGroup,” ujar Dian.
Ia berharap langkah tersebut dapat membantu masyarakat terdampak untuk segera bangkit dan menjalani masa pemulihan dengan lebih baik.
“Kami berharap upaya ini dapat meringankan beban masyarakat untuk dapat bangkit lebih cepat dan menjalani masa pemulihan dengan lebih baik,” pungkasnya.***
(TRS).







Discussion about this post